25 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Kemampuan Literasi Bekal Kesuksesan Hidup Siswa

3 min read
Yogyakarta,citranewsindonesia—
Melinda Taylor, Vice
President (VP) International Education, Research Triangle Institute (RTI)
International, Amerika, terkesan dengan pelaksanaan pembelajaran aktif di SDN
Ngoto, Sleman, Yogyakarta. Dia mengunjungi SDN Ngoto, salah satu sekolah mitra
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terkait program kerja sama dengan USAID
PRIORITAS, Jumat, (10/2/2017).
Di kelas 1, Melinda
melihat guru yang sedang mengajar membaca bersama dengan buku besar. Buku
berukuran besar tersebut berhasil menarik perhatian dan ketertarikan siswa
membaca. Pada setiap halaman ada tulisan dan gambar yang sesuai dengan isi
tulisan tersebut. Melalui buku besar, guru melatih kemampuan siswa untuk
memprediksi, belajar tanda baca, dan memahami isi bacaan. Bahkan Melinda, juga
ikut mengajak siswa membaca bersama, yang disambut antusias oleh siswa.
Sementara di kelas 3,
Melinda melihat guru yang sedang melaksanakan kegiatan membaca terbimbing pada
kelompok kecil (lima siswa) yang memiliki kemampuan membaca sama. Siswa
dibimbing untuk belajar memahami isi buku. Siswa diminta membaca buku halaman
per halaman secara bergantian dan menceritakan gambar yang ada di halaman
tersebut dengan kata-kata siswa sendiri. Kemudian guru memberi pertanyaan yang
terkait dengan isi buku yang dibaca siswa. Diakhir pembelajaran, siswa diminta menceritakan
kembali isi buku yang sudah dibacanya. 
“Buku bacaan
berjenjang digunakan guru untuk melatih siswa memahami isi buku dan sekaligus
menumbuhkan minat membaca siswa. Kegiatan ini bila dibudayakan akan
meningkatkan kemampuan literasi yang bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari
mata pelajaran lainnya dan menjadi bekal untuk kesuksesan hidupnya di masa
depan,” kata Melinda di sela-sela kunjungannya.
Buku bacaan berjenjang
adalah buku yang digunakan guru sebagai alat bantu belajar untuk membimbing
kelompok siswa sesuai tingkat kemampuan membaca dalam pembelajaran membaca di
kelas awal di SD dan MI, terutama untuk meningkatkan keterampilan membaca dan
menumbuhkan minat baca siswa.
“USAID melalui program
PRIORITAS menghibahkan lebih dari 8 juta buku bacaan berjenjang ke 13.000
sekolah dan madrasah. Untuk Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta ada lebih dari
2.100 SD dan MI telah mendapatkan buku ini. Setiap sekolah mendapat lebih dari
600 buku bacaan berjenjang dan 8 buku besar,” kata Stuart Weston, Direktur
Program USAID PRIORITAS yang mendampingi Melinda dalam kunjungannya ke SDN
Ngoto.  
SDN Ngoto juga
digunakan oleh UNY menjadi tempat praktik mengajar mahasiswa. Menurut Unik
Ambarwati, dosen UNY, setelah bermitra dengan USAID PRIORITAS, dia rutin mendampingi
para guru sekolah mitra UNY dalam menerapkan pembelajaran aktif. Mahasiswa juga
dilibatkan untuk melakukan observasi pembelajaran, mengembangkan media
pembelajaran dan budaya baca bersama guru, serta mempraktikkan pembelajaran
inovatif bersama guru di kelas. “Kemitraan ini sangat bermanfaat untuk
memberikan pengalaman kepada mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang sudah
menerapkan pembelajaran aktif dan budaya baca. Kalau mahasiswa sudah menjadi
guru, mereka sudah terbiasa menerapkan pembelajaran aktif dan mengembangkan
budaya baca,” tukas Unik.
Melinda Taylor juga
mengunjungi SMPN 1 Yogyakarta, salah satu SMP lab UNY yang terkait program
kemitraan dengan USAID PRIORITAS. Dia melihat siswa kelas 7 yang sedang belajar
IPA dengan melakukan percobaan menemukan kadar amilum pada daun yang terkena sinar
matahari langsung dan yang tidak terkena langsung. Dia juga melihat siswa kelas
8 yang belajar bahasa Indonesia dengan mempresentasikan video buatan sendiri
yang isinya memperlihatkan kegiatan diskusi setiap kelompok tentang masalah
yang saat ini sedang hangat diberitakan media massa. ”Pembelajaran aktif ini
membuat siswa mampu mengembangkan potensi terbaiknya,” kata Melinda.
Niken Sasanti, kepala
SMPN 1 Yogyakarta, menyebut sekolahnya kini telah banyak berubah setelah
mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari USAID PRIORITAS dan UNY. ”Para guru
sudah menerapkan pembelajaran aktif dan memfasilitasi siswa untuk belajar
dengan lebih banyak melakukan percobaan, memecahkan masalah, menghasilkan hasil
karya dalam pembelajaran kreatif, dan berani berpresentasi,” kata Niken.
USAID PRIORITAS adalah
program lima tahun (2012-2017) bantuan USAID, untuk meningkatkan akses 
pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Program ini bermitra dengan 17
LPTK dan 31 LPTK Konsorsium yang tersebar di 9 provinsi. Program ini telah
melatih lebih dari 29.000 SD/MI dan SMP/MTs di hampir 100 kabupaten/kota di 9
provinsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah,
dan budaya baca yang menjangkau lebih dari 171.000 guru dan kepala sekolah, dan
bermanfaat untuk lebih dari 6,9 juta siswa.(Red)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH