Produksi Telur Menurun, BUMDes Bangun Sejahtera Kemang Tetap Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Pakan

BOGOR || citranewsindonesia.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangun Sejahtera Kemang yang bergerak di sektor peternakan bebek petelur terus berupaya mempertahankan produktivitas usahanya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Peternakan tersebut berlokasi di Jalan Kemang Kiara RT 003 RW 005, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Saat ini, BUMDes Bangun Sejahtera Kemang mampu menghasilkan sekitar 1.500 butir telur per hari. Hasil produksi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan desa sekaligus membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, produksi telur mengalami penurunan. Kondisi itu terjadi karena sebagian ternak memasuki masa mabung, yakni fase ketika bebek mengalami pergantian bulu dan sementara waktu berhenti memproduksi telur.

BACA JUGA :  SMSI Tangsel Laksanakan Rapat Kerja Tahun 2025 di Rumah Makan Jati Ciater

Pengelola sekaligus Manajer BUMDes, Suaeb Fahrizal, mengatakan usaha peternakan masih berjalan dengan baik, meski produktivitas telur menurun cukup signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan berat karena biaya operasional terus meningkat, terutama harga pakan ternak.

“Alhamdulillah usaha masih berjalan. Tetapi saat ini produktivitas telur sedang menurun karena banyak bebek memasuki masa mabung. Sementara harga pakan terus naik sehingga keseimbangan antara biaya operasional dan hasil penjualan belum stabil,” ujar Suaeb, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, harga pakan berkualitas saat ini hampir mencapai Rp400 ribu per karung, naik dari sebelumnya sekitar Rp395 ribu. Dalam sehari, kebutuhan pakan ternak bisa menghabiskan hingga empat karung.

BACA JUGA :  Oknum Kepsek di Kabupaten Bogor Korupsi Dana Bantuan dari Kemendikbud

Menurut Suaeb, pihaknya sempat mencoba menggunakan campuran pakan kualitas rendah untuk menekan biaya produksi. Namun langkah tersebut justru berdampak pada penurunan hasil telur.

“Kami pernah mencoba pakan campuran kualitas rendah, tetapi hasil produktivitasnya jauh berbeda. Karena itu kami memilih tetap menggunakan pakan berkualitas meskipun harganya lebih mahal,” katanya.

Ke depan, pengelola berharap kondisi ternak kembali normal sehingga produksi telur meningkat. Selain itu, BUMDes juga berencana mengembangkan pakan alternatif guna menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

# maria

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *