BOGOR || citranewsindonesia.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mandiri Bersama, Desa Pasir Gaok, Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, terus mengembangkan usaha peternakan ayam kampung pedaging sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.
Kegiatan peternakan yang berada di RT 02 RW 05 Desa Pasir Gaok itu menjadi salah satu program unggulan BUMDes dengan fokus pada pengelolaan kandang, pemberian pakan, hingga perawatan kesehatan ayam secara rutin.
Direktur BUMDes Mandiri Bersama, Subiantoro, menjelaskan program tersebut berjalan dengan dukungan alokasi dana desa sesuai kebijakan pemerintah terkait ketahanan pangan.
“Pada 2025, sesuai Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 2025, program ketahanan pangan diserahkan kepada BUMDes. Dari dana desa, kami mendapat alokasi 20 persen dengan total anggaran sekitar Rp390 juta,” ujar Subiantoro, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan peternakan ayam kampung pedaging, mulai dari pembelian bibit, pakan, vaksin, hingga biaya tenaga kerja dan kebutuhan kandang.
Saat ini, BUMDes memiliki empat kandang dengan kapasitas rata-rata 2.500 ekor per kandang. Total populasi ayam yang dikelola mencapai sekitar 8.500 ekor.
Dalam proses pemeliharaan, ayam mendapat perhatian khusus mulai dari kebersihan kandang hingga vaksinasi. Terdapat tiga jenis vaksin yang diberikan kepada ayam, yakni vaksin ND-IB untuk menjaga kesehatan pernapasan dengan metode tetes mata, vaksin Gumboro yang diberikan melalui mulut saat usia 14 hari, serta vaksin MPOX untuk mencegah cacar ayam melalui suntikan saat usia 19 hari.
Selain itu, pola pemberian pakan dilakukan secara bertahap tanpa jadwal khusus. Untuk ayam berusia sekitar 57 hari dengan jumlah 2.500 ekor, kebutuhan pakan mencapai sekitar tiga karung per hari.
Subiantoro menjelaskan, hasil peternakan ayam kampung tersebut dipanen secara bertahap setiap 21 hari. Bobot ayam yang dijual rata-rata mencapai 9 ons hingga 1 kilogram per ekor.
“Alhamdulillah, pada Juli nanti kami sudah memasuki dua periode panen. Dari hasil ketahanan pangan ini, kami sudah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Desa sebesar Rp10 juta,” katanya.
Pada tahun 2026, BUMDes kembali mendapatkan alokasi dana ketahanan pangan sebesar Rp75 juta yang rencananya digunakan untuk pengembangan bibit ayam di kandang keempat.
Selain menjual ayam pedaging, BUMDes juga mulai mengembangkan penjualan bibit ayam ke pengepul dengan jumlah penjualan mencapai sekitar 150 ekor atau lebih.
Menurut Subiantoro, keberadaan usaha peternakan tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan swasembada daging ayam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ranca Bungur.
“Kami berharap program ini bisa memperkuat ketahanan pangan desa dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.
#Maria

