29 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Libatkan Energi Banyak Organisasi Kepemudaan, Gerakan Literasi di Maros Harus Massif

2 min read
Sumsel,citranewsindonesia,— Tidak seperti pada umumnya di tempat
lain, Maros berkomitmen menjadikan diri kabupaten Literasi  dengan diawali
Focus Group Discussion yang melibatkan banyak organisasi kepemudaan seperti
IMM, PMII, HMI, GMNI, HPPMI, GP Ansor, BKPRMI, Pospera, SAPMA, Fokus Maros,
Madani Society, karang taruna dan lain-lain.
Kehadiran
lebih 70 anggota dari semua organisasi kepemudaan  yang tergabung dalam
KNPI ini, menjadi sinyal energi yang kuat tersebarnya virus-virus gemar membaca
dan ketrampilan literasi di tengah masyarakat Maros.
“Karena
para pemuda sudah mau terjun langsung  ditambah semua elemen-elemen
kebijakan dan pendidik juga bergairah mendukungnya, semoga gerakan benar-benar
besar dan bisa menjadi contoh gerakan literasi bagi kabupaten lain,” ujar
Jamaruddin, Provincial Coordinator USAID PRIORITAS untuk Sulawesi Selatan yang
menjadi salah satu pembicara dalam Focus Group Discussion “Menuju Maros Sebagai
Kabupaten Literasi” di ruang pola bupati Maros, Selasa (24/01/2017)
Selain
anggota kepemudaan, FGD yang langsung dibuka oleh Bupati Maros, M Hatta
Rahman,  juga dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD Maros, 2 anggota DPRD
Provinsi Sulsel, Dinas Pendidikan Maros, Kemenag, IGI, PGRI, Forum Fasilitator
Daerah USAID PRIORITAS, MKKS, MKKG dan berbagai unsur yang lain. Tujuan
pertemuan ini adalah untuk mendisain berbagai  program dan kegiatan yang
akan dilakukan baik di tingkat komunitas maupun tingkat sekolah untuk
keberhasilan menjadikan Maros sebagai kabupaten literasi.
Selama
FGD yang diorganisir oleh KNPI dan Pemerintah Daerah Maros ini, empat kelompok
dibentuk merancang berbagai kegiatan literasi ke depan; kelompok sekolah,
kelompok komunitas, kelompok kebijakan dan kelompok evaluasi dan monitoring.
Kelompok sekolah mencanangkan akan melakukan berbagai kegiatan di sekolah
seperti membaca lima belas menit, membuat taman-taman baca, pemilihan duta baca
dan lain-lain.
Kelompok
komunitas yang beranggotakan organisasi kepemudaan merencanakan pelaksanaan
kegiatan seperti menghadirkan sudut baca di setiap sudut lingkungan seperti di
masjid, ruang-ruang publik, diskusi akhir pekan, lomba membaca dan menulis dan
lain-lain. Kelompok kebijakan memiliki agenda kegiatan untuk mendukung dan
merancang perbup atau perda  kota literasi, sosialisasi perbup atau perda,
mendorong kebijakan anggaran dari desa dan membentuk tim teknis untuk mengawal
gerakan literasi.
Sedangkan
kelompok monitoring dan evaluasi mengagendakan akan menyusun instrument monev,
melakukan monev, menganalisis hasil monev dan lain–lain. Hasil dari rancangan
ini akan dimatangkan oleh kelompok kerja yang juga telah diputuskan
keanggotaannya selama FGD tersebut. 
“Tiga SKPD yaitu Dinas Pendidikan, Infokom,
dan Dinas Perpustakaan sudah bersedia mensukseskan kegiatan ini. DPRD 
sudah nyata akan mendukung regulasi pelaksanaannya, Bappeda juga sudah siap
mengkoordinasikan dan memasukkan dalam perencanaan pembangunannya. Oleh karena
itu,  gerakan ini harus jadi besar dan tidak boleh gagal,” ujar Wawan
Mattaliu, Anggota DRPD provinsi Sulsel dalam sambutannya.  
Bupati
Maros, Hatta Rahman, juga berkomitmen besar untuk menjadikan literasi sebagai
gerakan yang menggema di masyarakat. “Karena periode kedua ini, tema
pembangunan kita adalah pembangunan sumber daya manusia. Literasi merupakan
jalan salah satunya,” ujar bupati yang berencana membangun perpustakaan besar
di Maros ini. (Red)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification