Lintas Agama di Bogor Tegaskan Pentingnya Toleransi dan Kebhinekaan

BOGOR || citranewsindonesia.com – Dialog kerukunan umat beragama bertajuk “Merawat Kebhinekaan, Menuai Kerukunan” digelar di halaman Klenteng Ciu Lung Wang, Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Selasa (21/4/2027). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat moderasi beragama sekaligus mempererat hubungan antarumat lintas keyakinan di tingkat masyarakat.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan, di antaranya Kyai H. Miftahnullah Maulana, Habib Nurohman sebagai tokoh perekat kerukunan, Dr. H. Nurudin selaku guru bimbingan dan pendidikan Khonghucu, Ws Gunadi (Ketua Matakin), Hj. Nona Gayatinus Nasution (Staf Khusus Menteri Agama), Hj. Raden (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor), serta Kapolsek Gunung Sindur Kompol Budi Santoso, S.H., M.H. Hadir pula tokoh masyarakat dan Ketua Umum APDESI.

Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa kerukunan umat beragama memiliki keterkaitan erat dengan visi pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat kehidupan yang harmonis, berbudaya, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama. Hal ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

BACA JUGA :  Sekdako Tebing Tinggi Pimpin Rapat TPID, Bahas Strategi Konkret Kendalikan Inflasi

Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus menekankan pentingnya persatuan sebagai kunci kebangkitan bangsa. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa didasari fondasi persatuan yang kuat. Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan lembaga keagamaan, termasuk bimbingan dan pendidikan Khonghucu, sebagai pusat dialog lintas agama yang aktif dan konstruktif.

Klenteng Ciu Lung Wang sendiri dinilai sebagai ruang inklusif yang mampu menjadi simbol persaudaraan dan perdamaian. Selain sebagai tempat ibadah, klenteng ini juga berfungsi sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk membangun komunikasi dan saling pengertian.

BACA JUGA :  Pimpin Sidang Perdana DPN, Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan sebagai Fondasi Utama Negara

Kehidupan masyarakat di Desa Pabuaran menjadi contoh nyata kerukunan, di mana berbagai pemeluk agama hidup berdampingan secara damai. Nilai-nilai saling menghormati, empati, dan solidaritas sosial terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Dialog lintas agama yang inklusif dan komunikatif juga dinilai efektif dalam mencegah kesalahpahaman serta membangun kepercayaan antarwarga.

Melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai kebhinekaan. Semangat hidup harmonis di tengah perbedaan diyakini telah tumbuh dan perlu terus dirawat sebagai modal utama dalam menjaga persatuan bangsa.

#Maria

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *