2 Juli 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Do’a Bersama 40 Hari Untuk Sang Suhada Merah Putih Jenamar Ajam

3 min read

Kab.Cilacap | CitraNewsIndonesia.com – Keluarga besar perangkat desa se-Kecamatan Kesugihan mengadakan pengajian do’a bersama dalam rangka 40 hari untuk sang suhada merah putih Jenamar Ajam di balai Desa Pesanggrahan. Minggu, (27/03/2022).

Mudjiyono, S. Sos selaku panitia penyelenggara menjelaskan tujuan diadakan pengajian do’a bersama 40 hari untuk sang suhada merah putih Jenamar Ajam almarhum perangkat di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap meninggal dunia akibat tersengat listrik pada Kamis (17/02/2022).

“Jenamar Ajam ini meninggal saat akan memperbaiki tali tiang bendera di halaman kantor Desa Pesanggrahan yang putus. Kita berdoa agar keluarga besar almarhum Ajam khususnya istri dan anak dalam musibah ini mendapatkan kekuatan dari Allah SWT dan diberi kelancaran rejeki”, ungkapnya di balai Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kesugihan. Minggu, (27/03/2022).

Acara berjalan dengan lancar dan terima kasih atas kehadiran Kepala Kankemenag Kabupaten Cilacap H. Imam Tobroni, semoga kedepannya perangkat desa di Kecamatan Kesugihan khususnya Kabupaten Cilacap lebih kompak lagi apabila ada seorang perangkat yang notabene kena musibah dalam melaksanakan tugas.

“Hikmahnya disini kita sebagai manusia harus mempunyai rasa empati, kita sebagai seorang perangkat desa harusnya kedepan bila ada acara seperti ini agar  perangkat lebih baik lagi dan pemerintah lebih memperhatikan khususnya untuk keluarga almarhum dan keluarganya juga  sangat berharap semoga mendapatkan bantuan, syukur-syukur putra putrinya mendapatkan beasiswa dari SD sampai SMA itulah harapan kami sebagai  pelaksana”, kata Mudjiyono.

BACA JUGA :   Samirun Ketua Komisi D DPRD Propinsi Jawa Tengah Dukung Dalang Ki Mongko Daryono

Ditempat yang sama Kepala Kankemenag Kabupaten Cilacap H. Imam Tobroni mengatakan pada media dirinya merasa sangat prihatin sekaligus bangga karena Ajam wafat dalam keadaan mendapatkan musibah saat sedang mengibarkan atau memperbaiki bendera merah putih, ini pertanda bahwa semangat negarawannya, semangat kebangsaan sangat tinggi.

“Kecintaan dengan tanah airnya diwujudkan dalam semangat saat beliau memperbaki tiang bendera merah putih, saya menjadi prihatin karena musibah tetapi bangga karena wafatnya itu dalam menjalankan tugas negara sebagai perangkat desa bahkan almarhum saat meninggal masih mengenakan baju Korpri”, kata Iman.

Anggota DPRD Kab. Cilacap dari Fraksi PDI Perjuangan Anggit Adi Juwita yang turut hadir mengatakan, Hari ini adalah hari ke 40 saudara kita meninggalkan kita selama-lamanya, beliau meninggal bisa dikatakan saat bekerja untuk negara, masih memakai seragam dan sebagainya yang waktu itu kena sengatan listrik saat sedang membenahi bendera merah putih, maka dari itu kami semua memberikan julukan yang memang sepertinya pantas diterima oleh beliau sang suhada merah putih kepada almarhum Jenamar Ajam.

Lanjutnya, kami berharap mudah-mudahan sesuai dengan doa kami semua agar anak-anak beliau almarhum bisa mendapatkan beasiswa pendidikan dan bahkan nanti saya langsung dampingi, termasuk Camat Kesugihan Basuki Priyo Nugroho untuk ketiga anaknya mengantarkan surat permohonan beasiswa ke Dinas P & K agar tiga anak almarhun Ajam diberikan bantuan beasiswa mulai dari SD sampai SLTA sehingga kedepan mereka menjadi anak-anak yang mencintai negaranya, bisa berguna dan membanggakan ayah dan ibunya suatu hari nanti.

BACA JUGA :   KEJARI CILACAP MERINGKUS BURONAN TIPIKOR AY

Dalam acara tersebut keluarga almarhum yang diwakili Rinto mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada KH. Su’ada Adzkiya (Ketua Rois, Syuriah PCNU Cilacap) yang sudah berkenan hadir sekaligus memimpin doa dan kepada Banu Tholib, M.Pd.I, sebagai penceramah. Seperti yang dikatakan oleh ketua panitia semoga ketiga anak almarhum Ajam bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kabupaten Cilacap, alhamdulillah hari ini acara dilakukan secara live streaming.

“Saya berterima kasih kepada Anggit yang telah menyampaikan kepada saya bahwa tadi ketua panitia membuat surat tiga nama anak almarhum untuk diantar ke Dinas P & K didampingi Camat dan alhamdulillah hari ini kepala dinas P & K Kabupaten Cilacap mengikuti acara ini lewat live streaming.” Ungkap Rinto.

Doa 40 hari dihadiri Banu Tholib, M.Pd.I, KH. Su’ada Adzkiya (Ketua Rois, Syuriah PCNU Cilacap), Camat Kesugihan, Kepala Kankemenag Kabupaten Cilacap, beberapa kepala desa di Kec. Kesugihan, Anggit Adi Juwita anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari fraksi PDI Perjuangan.

#Jos

Facebook Comments
IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH