8 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

UCAPAN / TULISANNMU CERMINAN KEPRIBADIANMU

3 min read

Jakarta,Citranews.id–Akhir-akhir ini saya sungguh prihatin membaca beberapa tulisan di medsos yang berisi ujaran kebencian, cacian atau makian atau umpatan kasar. Perbedaan adalah suatu dinamika yang harus kita hargai karena tanpa perbedaan kita tidak akan mendapatkan hasil yang terbaik.

Ada pepatah yang mengatakan : “Mulutmu harimaumu” merupakan sebuah ungkapan yang digunakan untuk mengingatkan seseorang agar selalu menjaga ucapannya dimanapun berada karena bisa saja ucapan akan menjadi sebuah boomerang yang akan menyerang balik pemiliknya.

Karena berbicara itu mudah semudah membalikan telapak tangan terkadang kita lupa untuk mengontrol serta memilah-milah mana ucapan yang boleh kita ucapankan mana yang tidak. Padahal selain bisa menjadi sebuah boomerang ternyata ucapan juga bisa menunjukan kepribadian seseorang.

Ucapan ibarat pedang, bukan hanya bisa melukai orang lain saja tapi juga diri kita sendiri. Ada kalanya apa yang keluar dari mulut kita bisa menyakiti orang lain dan sadar atau tidak ucapan yang tidak sengaja keluar dari mulut kita bisa menyinggung bahkan membuat si pendengar merasa sakit hati atau yang paling menimbulkan dendam yang akan menyebabkan pertengkaran atau perselisihan.

Tapi ucapan juga bisa menjadi angin segar bagi seseorang jika apa yang keluar dari mulutnya adalah ucapan yang baik dengan tutur kata halus, sopan dan bijak. Ucapan yang baik juga akan memberikan dampak yang baik bagi pendengar maupun pengucapnya. Jika seseorang mengucapkan hal-hal yang baik sehingga pendengarnya termotivasi untuk ikut melakukan hal-hal yang baik maka sudah pasti si pengucap akan mendapatkan kebaikan atas apa yang telah diucapkannya.

BACA JUGA :   Walikota Airin Lepas Calon Jamaah Haji Kloter 15 JKG

Selain itu ucapan juga bisa menjadi proyeksi atas diri kita. Apa yang kita ucapkan adalah gambaran atas apa yang ada di dalam diri kita. Jika seseorang mengucapkan hal-hal yang baik maka orang akan dengan sendirinya berpikir bahwa orang tersebut memang memiliki kepribadian yang baik. Lain lagi dengan orang-orang yang selalu memprovokasi orang lain menggunakan ucapannya sudah pasti orang lain akan menyimpulkan bahwa si pengucap adalah seorang provokator yang akan membuat citra dirinya sendiri menjadi jelek. Belum lagi mereka yang gemar berbicara kotor maka orang lain juga pasti akan menyimpulkan bahwa orang tersebut memiliki otak dan hati yang kotor.

Contoh paling mudah dapat kita temukan melalui status facebook. Kebiasaan orang-orang saat ini adalah mengupdate status tentang apa saja yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari. Baik saat sedang senang, sedih ataupun marah.

Status-status yang kita update juga bisa diibaratkan ucapan yang keluar dari mulut kita. Jika kita memposting sesuatu yang baik tentu saja akan memberi kebaikan pula untuk orang lain tapi bagaimana jika memposting status-status bertemakan perasaan sedih, galau, dan gundah atau ungkapan emosi marah bahkan dengan memposting umpatan-umpatan bernada kasar, cacian atau makian atau ujaran kenemcian? sudah pasti hal ini akan mengganggu orang lain.

BACA JUGA :   Kutai Kartanegara MoU dengan Tanoto Foundation Tingkatkan Mutu Pendidikan

Coba bayangkan jika kita melihat status bernada sedih dan galau atau status orang yang selalu berkeluh kesah tentang kehidupannya yang sangat sulit dan rumit, otomastis kita akan beranggapan bahwa orang tersebut terkesan terlalu “drama” dan tidak banyak bersyukur selama hidupnya, padahal banyak orang lain yang hidupnya lebih sulit dan rumit.

Belum lagi status-status yang bernada kasar seperti umpatan, cacian atau makian serta ujaran kebencian. Sudah pasti orang yang memposting status-status tersebut memiliki sifat yang kasar dan terkesan tidak berpendidikan, walaupun sesungguhnya orang tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.

Oleh karena itu berbicaralah yang pantas dan cukuplah sesuai dengan maksud pembicaraan. Jadikanlah ucapan kita selalu condong kepada kebaikan, jika tidak maka lebih baik kita diam karena DIAM ITU ADALAH EMAS.
Semoga menjadi bahan perenungan kita bersama. GBU

 

Sumber : FB Agustus Gea (Tokoh Masyarakat Nias ) Mantan KETUM HIMNI

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification