7 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Banjir Surut, Masyarakat Lhoksukon Bersih-Bersih

2 min read
Aceh,Utara,CitraIndonesiaNews– Sejumlah warga di Kecamatan
Lhoksukon mulai terlihat membersihkan rumah-rumah mereka akibat terendam banjir
selama sepekan lebih dalam bulan desember ini. 

Salah satunya adalah desa Nga
yang terletak di kilo meter 3, tampak ibu-ibu rumah tangga sedang mengais dan
mencuci  barang-barang milik mereka yang
terhanyut untuk dibersihkan serta di gunakan kembali. Desa Nga menjadi salah
satu sasaran banjir dengan kedalaman mencapai 3 meter. Minggu (28/12).

Selain itu, di sepanjang jalan menuju Cot Girek Lhoksukon di
penuhi dengan jemuran padi-padi warga yang terendam banjir. Tidak dapat banyak
di lakukan warga selain bekerjasama guna untuk memenuhi kebutuhan selama
musibah banjir ini.

Hasil liputan Citra Indonesia News, telah di bangun sebuah posko
dari bantuan Korem Lhokseumawe untuk dapur umum korban banjir. Bantuan yang di
kirim langsung oleh pihak Korem berupa mie instan, telur, air minum dan
sejumlah beras. Bahkan pada kesempatan ini, anggota dari Korem ini turut
langsung memasak sendiri untuk masyarakat setempat, karena jika di perhitungkan
jumlah KK sangat banyak.

Dilokasi lain di kawasan Lhoksukon, posko bersama dari
Kodim, posko kesehatan dan dan posko keadilan sejahtera juga antusias dalam
menangani korban banjir. Ditemui Citra Indonesia News Idris selaku ketua penanggung
jawab dari posko tersebut menjelaskan,” sampai hari ini untuk bantuan makanan
masih di terima untuk korban banjir, dan jenis makanan tersebut yaitu berupa
beras, air minum, mie instan, dan telur. Akan tetapi kami berharap kepada
pemerintah agar bantuan untuk kesehatan khususnya perlu perhatian, karena para
korban banjir mulai mengeluh akan rasa gatal-gatal, apalagi banyak balita yang
mulai di serang demam.”Jelasnya

Bukan hanya itu saja, meskipun banjir mulai surut, masih
terlihat jelas puluhan rumah tergenang air dengan tinggi selutut orang dewasa.
Hali ini sangat membuat sebagian warga kesulitan untuk kembali kerumah sehingga
mereka lebih memilih tinggal di posko pengungsian, dan musholla.(T2).



Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification