TANGSEL||citranewsindonesia.com — Festival Pesta Rakyat Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berlangsung meriah di Alun-Alun Kelurahan Pondok Ranji, Selasa (25/8/2026).
Mengusung tema “Merajut Kebersamaan dan Lestarikan Budaya Betawi”, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan seni budaya lokal, dan menghidupkan aktivitas masyarakat di ruang publik.
Festival Kelurahan Pondok Ranji ini dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara diawali penampilan marawis dan hadroh yang menghadirkan nuansa religius sekaligus menambah semarak pesta rakyat.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Tangerang Selatan Bidang Kemasyarakatan H. Ika, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Mochamad Ervin Ardani, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) H. Mukroni, Sekretaris Kecamatan Ciputat Timur Fiqri Yanuardi Putra yang mewakili Camat Ciputat Timur, serta Lurah Pondok Ranji H. Midih beserta jajaran.
Turut hadir perwakilan Kapolsek Ciputat Timur AKP Agus, Danramil Ciputat Mayor Kav Sjahrul Asri, tokoh masyarakat, alim ulama, ketua RT/RW, serta jamaah pengajian Al-Hidayah Kelurahan Pondok Ranji.
Pemkot Tangsel Apresiasi Festival Pesta Rakyat
Saat membuka kegiatan, Staf Ahli Wali Kota Tangerang Selatan Bidang Kemasyarakatan H. Ika menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap pelaksanaan Festival Kelurahan Pondok Ranji.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna penting karena mampu memadukan kebersamaan masyarakat, seni budaya, semangat kemerdekaan, dan nilai-nilai keagamaan dalam satu rangkaian kegiatan.
“Acara pada hari ini merupakan momentum istimewa karena kita dapat berkumpul dalam pesta rakyat yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tentunya menjadi sarana untuk mempersatukan kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” tutur H. Ika.
Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita berharap keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat kita maknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dinas Pariwisata Dorong Pelestarian Budaya Betawi
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Mochamad Ervin Ardani menegaskan dukungan Pemkot Tangsel terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang mengangkat seni, budaya lokal, serta tradisi keagamaan.
“Perpaduan seni budaya dan kegiatan keagamaan menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kebersamaan masyarakat. Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama perangkat daerah terkait sangat mendukung acara seperti ini,” ungkap Ervin.
Menurutnya, seni dan budaya memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan yang berkembang di lingkungan warga.
Ervin juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keberadaan Alun-Alun Kelurahan Pondok Ranji sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Dari 54 kelurahan, Pondok Ranji menjadi salah satu yang memiliki alun-alun. Ini harus kita jaga bersama, terutama kebersihan dan fasilitas yang ada, karena semuanya kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan dalam festival tersebut, mulai dari kegiatan keagamaan hingga perlombaan masyarakat.
Ervin menegaskan, Dinas Pariwisata akan terus mendukung kegiatan yang mengangkat seni dan budaya lokal, termasuk pelestarian budaya Betawi sebagai salah satu aset pariwisata Kota Tangerang Selatan.
“Kami berharap festival seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin meriah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan seni budaya lokal,” katanya.
Di tempat yang sama, Lurah Pondok Ranji H. Midih menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh unsur masyarakat dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang mendukung pelaksanaan festival tersebut.
Ia mengatakan, Festival Kelurahan Pondok Ranji menjadi momentum untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus masih dalam suasana HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, nuansa merah putih sangat terasa dalam kegiatan ini,” ucap H. Midih.
H. Midih juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat fasilitas dan lingkungan Alun-Alun Kelurahan Pondok Ranji yang dibangun untuk kepentingan warga.
Menurutnya, alun-alun tersebut setiap hari ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama agar kebersihan dan fasilitas tetap terjaga.
“Alhamdulillah, setiap hari alun-alun ini ramai dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, mari kita rawat bersama, terutama kebersihan dan fasilitas yang ada,” katanya.
Selain menjadi ruang hiburan masyarakat, festival tersebut juga memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha dan pedagang untuk berjualan selama kegiatan berlangsung dengan tetap memperhatikan kebersihan dan ketertiban lingkungan.
Festival Kelurahan Pondok Ranji tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan. Berbagai perlombaan masyarakat turut memeriahkan pesta rakyat tersebut.
Pada malam hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan pertunjukan Lenong Betawi. Kesenian tradisional tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya Betawi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah agama yang disampaikan Habib Ali Alwi dan Ustaz Mansyur. Tausiyah tersebut menjadi penutup sekaligus penguatan pesan religius dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Dispora Kota Tangerang Selatan H. Mukroni turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Pesta Rakyat Kelurahan Pondok Ranji.
“Saya sangat berapresiasi. Ini kegiatan Festival Pesta Rakyat di Pondok Ranji yang dilaksanakan melalui Dinas Pariwisata. Tentu ini menambah silaturahmi dan keguyuban masyarakat di Kelurahan Pondok Ranji,” kata Mukroni.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang terus digelar setiap tahun.
“Semoga menjadi agenda kegiatan rutin setiap tahunnya. Selamat kepada Kelurahan Pondok Ranji,” tambahnya.
Senada, Sekretaris Kelurahan Pondok Ranji Asmin berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, festival rakyat tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat memperkuat komunikasi, silaturahmi, serta kebersamaan antara pemerintah dengan warga.
Dengan perpaduan unsur budaya Betawi, kegiatan keagamaan, perlombaan, dan hiburan masyarakat, Festival Pesta Rakyat Kelurahan Pondok Ranji diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menghidupkan ruang publik di Kota Tangerang Selatan.
(Maria)

