Barisan Indonesia Emas, Pemkab Bogor dan Korem 061 Surya Kencana Sulap Bomang Jadi Area Ketahanan Pangan

BOGOR||citranewsindonesia.com  — Program ketahanan pangan di kawasan Bogor-Malang (Bomang) terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas pihak. Program prioritas tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Korem 061/Suryakencana, serta pemilik Hormon Tanaman Unggul (Hantu) H. Jimmy Hantu.

Program yang berlangsung di kawasan Bomang pada Selasa (18/8/2026) itu mencakup sekitar 20 area yang tersebar mulai dari Kemang, Bojonggede hingga Tajurhalang.

Kepala Koordinator Lapangan Ketahanan Bomang Surya Kencana, Shofyan Aryf Parasna Hidayat, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan produk hilir yang mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

“Yang bisa saya pastikan, ini bukan hanya ketahanan pangan, tetapi juga punya produk hilir. Petani harus kaya. Ada syaratnya, kalau nanam cabai jangan panennya hanya cabai, tetapi panennya bisa menjadi saus cabai. Kalau nanam kangkung, panennya bisa menjadi kangkung madu. Ini menjadi suatu terobosan,” ujar Shofyan.

Menurutnya, progres pengembangan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 20 persen. Sejumlah area tengah terus dikerjakan, termasuk area 12 hingga 15, kemudian dilanjutkan ke area 16, 17 serta area 8, 9 dan 10.

Shofyan menyebut program tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan ketahanan pangan sekaligus membangun mental generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menjadi pencipta dan penggerak perubahan.

“Kami bermimpi program ini bisa menjadi percontohan. Bagaimana masyarakat luar nantinya bisa melihat bahwa masyarakat Indonesia, khususnya petani dan anak-anak muda, harus menjadi pencipta zaman. Semuanya dimulai dari ketahanan pangan, termasuk membentuk mental dalam merawat tanaman, mencegah hama, menentukan pupuk dan mengatur kadarnya. Ini menjadi tantangan bersama,” katanya.

BACA JUGA :  Wapres Hadiri Program Pengembangan IPTEK dan Antariksa Untuk Pemantauan (SDA) Lingkungan

Dorong Hilirisasi Hasil Pertanian

Shofyan menjelaskan, konsep kawasan Bomang Surya Kencana tidak hanya mengandalkan tanaman hortikultura. Di sejumlah bagian juga dikembangkan tanaman hias dan buah-buahan sebagai pelengkap kawasan.

Bahkan, sebagian hasil pertanian telah mulai dipanen dan dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau setiap Jumat, salah satunya di area 15.

“Dari total keseluruhan konsep, jenis tanamannya adalah hortikultura. Sebagai pelengkap di sisi jalan juga ada tanaman hias dan buah-buahan. Alhamdulillah, sudah ada yang panen. Setiap hari Jumat di area 15 hasilnya dijual dengan harga murah. Ini bagian dari upaya kita untuk meningkatkan manfaat sosial,” jelasnya.

Program tersebut saat ini menggunakan nama Barisan Pengawal Indonesia Emas, yang diberikan oleh Bupati Bogor. Dalam pelaksanaannya, terdapat Kelompok Tani (Poktan) Surya Kencana yang beranggotakan sekitar 30 orang serta 15 orang perintis yang berasal dari sejumlah kampus di Bogor.

Pelaksanaan program juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah, di antaranya Distanhorbun, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, serta dinas yang menangani perizinan.

“Untuk total keseluruhan lahan dari area satu sampai area 20, panjangnya sekitar 8,2 kilometer dengan lebar antara 25 sampai 30 meter,” ungkap Shofyan.

BACA JUGA :  Pemilihan Ketua RW 002 Desa Cidokom Berlangsung Demokratis, Nurdin Napan Unggul Tipis

Ditargetkan Jadi Percontohan Nasional

Shofyan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada tim lapangan untuk mengembangkan program ketahanan pangan tersebut.

“Saya mewakili tim di lapangan, Ketahanan Bomang Surya Kencana, para petani dan kawan-kawan perintis mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Danrem, Pak Rudi dan Pak Jimmy Hantu yang telah memberikan kesempatan, ruang dan kepercayaan kepada kami untuk menebar manfaat,” tuturnya.

Ia berharap program ketahanan pangan Bomang Surya Kencana tidak berhenti pada pembangunan kawasan pertanian semata. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang memiliki keterampilan, kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berharap ketahanan pangan ini melahirkan generasi baru. Bomang ini berhasil dengan seluruh konsepnya dan ke depan bisa menjadi percontohan tingkat nasional,” pungkas Shofyan.

Dengan konsep yang menggabungkan ketahanan pangan, pemberdayaan petani, hilirisasi produk dan keterlibatan generasi muda, kawasan Bomang Surya Kencana diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan pertanian terpadu yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

(Maria)

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *