KOTA TANGERANG || citranewsindonesia.com – Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar Gerakan Mahasiswa Tangerang (GMT) di kantor Perusahaan Umum Daerah Tirta Benteng (Perumda TB) Kota Tangerang dipastikan batal terlaksana. Sebelumnya, aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam surat pemberitahuan aksi, GMT menyoroti sejumlah isu di tubuh Perumda TB. Mulai dari persoalan deviden perusahaan, proyek lelang pemasangan pipa senilai Rp2 triliun yang diduga dilakukan secara tertutup, hingga dugaan kelalaian dalam pekerjaan pemasangan pipa yang disebut telah menyebabkan korban jiwa.
Selain itu, GMT juga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Perumda TB, Yayan Rianto, mengaku belum mengetahui secara rinci tuntutan maupun persoalan yang akan disampaikan massa aksi karena demonstrasi tersebut tidak jadi digelar.
“Kami juga bingung harus memberikan tanggapan seperti apa karena aksinya tidak ada. Aspirasi apa yang ingin disampaikan juga belum kami ketahui secara jelas,” kata Yayan saat ditemui di kawasan Modernland, Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026).
Saat ditanya mengenai isu deviden dan proyek lelang pemasangan pipa yang menjadi sorotan, Yayan mengaku belum dapat memberikan penjelasan detail. Ia berdalih baru menjabat sebagai Kasi Humas sekitar satu pekan terakhir sehingga masih mempelajari berbagai persoalan di internal perusahaan.
“Untuk data lama, termasuk terkait deviden sejak 2014, saya belum bisa menjelaskan karena masih minim informasi. Nanti akan saya sampaikan dan koordinasikan dengan jajaran direksi,” ujarnya.
Yayan juga belum dapat memastikan detail proyek lelang pemasangan pipa senilai Rp2 triliun, termasuk pihak pemenang tender proyek tersebut.
“Secara umum saya mengetahui memang ada proses lelang, tetapi untuk detail pemenang dan teknisnya saya belum menguasai karena sebelumnya saya bertugas di bagian keuangan dan hubungan langganan,” pungkasnya.
#Iwan

