BOGOR || citranwsindonesia.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dekade Jaya di Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, terus mengembangkan program ketahanan pangan berbasis budidaya ayam petelur sebagai langkah menuju desa tematik. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp710 juta dan telah berjalan sejak awal 2025.
Ketua BUMDes Dekade Jaya, Rudi Sofyan, menjelaskan bahwa lembaganya sebenarnya telah ditetapkan sejak 2024 dengan anggaran awal Rp500 juta. Namun, saat itu kegiatan sempat vakum dan kini kembali diaktifkan oleh pengurus baru di bawah pemerintah desa setempat.
“Sekarang kami melanjutkan BUMDes yang sebelumnya sempat tidak berjalan. Fokus kami adalah memastikan program ketahanan pangan tidak tersebar, tapi terpusat dan memberikan hasil nyata,” ujar Rudi, Minggu (3/5/2026).
Ia menyebutkan, konsep yang diterapkan adalah sentralisasi kegiatan di satu lokasi yang dinamakan “Centralisasi Sasak Panjang”, berlokasi di Jalan Setu Bedah. Program ini mengintegrasikan sektor peternakan, perikanan air tawar, hingga pertanian modern.
Dari total anggaran Rp710 juta, sekitar Rp500 juta dialokasikan khusus untuk budidaya ayam petelur dengan kapasitas 2.200 ekor dalam satu kandang. Sementara Rp100 juta digunakan untuk pengembangan pertanian modern, termasuk pengelolaan lahan bagi kelompok tani (poktan). Sisanya dialokasikan untuk program desa inklusif yang menyasar kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan masyarakat marjinal melalui kegiatan perikanan.
Dalam operasionalnya, produksi telur dari kandang ayam tersebut mencapai 9 hingga 12 peti per hari, dengan bobot sekitar 15 kilogram per peti. Untuk menunjang produktivitas, ayam diberi pakan sebanyak 6–7 karung per hari serta mendapatkan vaksinasi dua kali dalam sebulan.
Rudi menambahkan, hasil produksi saat ini telah terserap hingga 80 persen dan sebagian masyarakat sudah terlibat sebagai reseller. Selain dipasarkan ke agen besar, hasil telur juga mendukung program kebutuhan pangan murah di wilayah Kecamatan Tajur Halang.
“Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, kami berharap anggaran yang diberikan pemerintah tidak hanya habis sekali pakai, tetapi bisa terus berkembang dan mendukung program lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
#Maria

