Tak Disangka! Kebun Melon Terbesar di Banten Siap Panen Perdana

LEBAK  || citranewsindonesia.com — Kelompok petani buah yang tergabung dalam Garda Tani Margawana Mulya di Kabupaten Lebak, Banten, bersiap melakukan panen perdana melon premium pada pertengahan Mei 2026. Panen dijadwalkan berlangsung pada 11 Mei setelah tanaman memasuki usia sekitar 65 hari sejak masa tanam.

Kebun melon yang berada di Kampung Margawana, Desa Cipadang, Kecamatan Cileles ini disebut sebagai salah satu yang terbesar di Banten. Lahan seluas kurang lebih empat hektare tersebut ditanami sekitar 30 ribu pohon melon di bawah pembinaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Wakil Ketua I Kadin Banten Bidang Organisasi dan Tatalaksana, Agus R Wisas, mengatakan panen ini menjadi momen penting bagi petani lokal. Selain menunjukkan keberhasilan budidaya, hasil panen juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Pj Gubernur Banten Al Muktabar : ASN Bagian Pengikat NKRI dan Menjadi Teladan Masyarakat

“Panen perdana direncanakan tanggal 11 Mei. Ini menjadi kebanggaan karena petani di Cileles mampu menghasilkan melon premium dengan kualitas tinggi,” ujar Agus, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, melon yang dibudidayakan memiliki tingkat kemanisan sekitar 12 brix dengan bobot rata-rata 1,5 hingga 1,8 kilogram per buah. Produk tersebut ditargetkan masuk pasar modern, seperti supermarket di wilayah Tangerang dan Jakarta, dengan kisaran harga Rp18 ribu per kilogram.

Dari total populasi tanaman, produksi diperkirakan mencapai sekitar 30 ton. Setiap pohon rata-rata menghasilkan dua buah melon. Namun, proses panen tidak dilakukan sekaligus mengingat luasnya area kebun.

“Panen akan dilakukan bertahap, bisa dua hingga tiga kali dalam satu minggu,” jelasnya.

Agus menambahkan, panen perdana secara simbolis rencananya akan dihadiri oleh Bupati Lebak, meski masih menunggu konfirmasi jadwal.

BACA JUGA :  Kasatpol PP Jaktim Budhy Novian : 658 PKL Telah Ditertibkan Selama 3 Bulan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengapresiasi keberhasilan para petani dalam mengembangkan komoditas hortikultura bernilai tinggi tersebut. Menurutnya, kehadiran kebun melon premium ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru di daerah.

Hal senada disampaikan Sekretaris PWI Banten, Fahdi Khalid. Ia menilai program pembinaan yang dilakukan Kadin menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat sektor pertanian lokal.

Dengan kualitas dan pasar yang sudah mulai terbentuk, melon premium asal Lebak diharapkan mampu bersaing di pasar modern sekaligus mengangkat nama daerah sebagai sentra hortikultura unggulan.

#Red

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *