PANGANDARAN | Citranews.co.id – wakil bupati pangandaran H.Ujang Endin Indrawan mendatangi sekretariat DPC partai kebangkitan bangsa ( PKB ) untuk menyerahkan formulir pedaftaran calon bupati pangandaran Yang didampingan para pendukung,Jumat (03/05/2024)
Dalam kesempatan nyah.ujang endrin indrawan menyampaikan bahwa, ini saya daftar yang kedua kalinya pertama ke PDIP sebagai kader nya dan yang kedua hari saya daftar ke PKB mudah mudahan dihari jumat ini hari yang baik buat kita semua khusus nya buat saya dalam rangka mengikuti kontestasi dalam rangka pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan diselenggarakan bulan november 2024.
Apa yang saya laksanakan hari ini himbauan dari pimpinan bahwa dalam melaksankan pilkada ini bisa berkoalisi dengan partai – partai lain, Dan ini langkah pertama melakukan pendaftaran diluar partai PDIP.
Tidak menutup kemungkinan saya mendaftar ke partai yang lain kalau partai nya membuka pendartaran.

Selanjutnya untuk calon pendamping saya itu pasti ada, yang penting bisa menujang bagaimana bisa memenangkan kompetisi dipilkada .
dan saya perlu meluruskan ada berita yang salah, saya mencalonkan wakil bupati jadi yang benar saya mencalon kan bupati bukan wakil bupati, kan saya sekarang wakil bupati kan hidup ini harus lebih baik dari kemarin.
jadi kalau sekarang saya mencalon kan wakil bupati bisa dikatakan orang rugi .
Untuk penentuan pendamping perlu ada pembicaraan antara orang tua dan anak, partai sebagai orang dan saya sebagai anak nya jadi perlu berempug dulu bisa dijodohkan bisa saya menentukan sendiri .
Kalau dijodohkan harus sesuai dengan saya sendiri dengan berbagai pertimbangan.
Dan hari ini Kenapa saya mendaftar ke PKB yang jelas karena pkb sudah membuka pendaftaran dan yang kedua saya dengan pkb ada sejarah, dulu saya hampir berjodoh dengan PKB hanya tertunda barang kali sekarang saat nya.
Memimpin pangandaran tidak mudah kedepan akan lebih sulit , pertama sumber daya manusia aja birokrat sudah banyak yang pensiun 2025 hampir habis yang senior nya jadi gep nya masih jauh” paparan nya.
( iyut.k)

