23 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

UPT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SAMPANG SIAP WUJUDKAN PENDIDIKAN SUPER PRIMA

3 min read
Cilacap, CitraNewsIndonesia – Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting oleh dunia, karena dunia membutuhkan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju. 
Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi setiap orang.
Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sampang, Eko Sumarsono mempunyai visi untuk mewujudkan pendidikan yang baik. Menurut dia, ada visi yang harus diterapkan di lingkup UPT yaitu menerapkan pelayanan super prima kepada masyarakat secara cerdas dan berbudaya termasuk orang-orang yang ada di UPT secara internal. 
Hal ini pun sekolah juga harus mampu mengimplementasikan visi UPT itu sendiri, yaitu sekolah harus mampu memberikan pelayanan yang baik yang super prima dengan cara apabila ada tamu atau wali murid harus bersikap sopan, santun, tersenyum sehingga institusi sekolah betul-betul memberikan pelayanan baik untuk diteladani, baik oleh murid maupun oleh semua orang dan tidak kalah pentingnya sekolah harus mengayomi wali murid. Tutur Eko kepada media ini diruang kerjanya (30/03/2017).
Lanjut dia, masyarakat dapat cerdas dan berbudaya kalau gurunya itu cerdas memiliki etika dan berbudaya disamping itu cerdas untuk mendidik dan membimbing anak, guru harus disiplin, guru harus membentuk karakter anak, caranya guru harus menerima dan menyambut dengan baik apabila anak bersalaman, dengan mengusap kepala anak dan mengucapkan selamat belajar. 
Nah ini adalah langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru sehingga anak itu merasa senang, merasa dekat dengan guru sehingga tidak ada rasa takut, ragu, canggung karena diawali dengan rasa kedekatan sehingga dengan seperti itu mampu membentuk karakter anak untuk menghargai guru. Nah dengan karakter itu maka visi dari UPT akan tewujud.
“Kualitas pendidikan kita terus berupaya untuk meningkatkannya lewat manajemen perpustakaan. Sekolah wajib menyelenggarakan perpustakaan. Untuk mengimplementasi dan mengadopsi di sekolah maka langkah yang ditempuh adalah mengadakan studi banding di SD daerah Kalimanah Purbalingga yang menjadi juara tingkat propinsi, setelah itu dibentuklah forum pustakawan Kecamatan Sampang. 
Nah dari situlah ada pustakawan dimasing-masing sekolah untuk bagaimana mengelola perpustakaan yang baik, kemudian melanjutkan pendidikan dan pelatihan tingkat kabupaten tapi di Sampang selama  4 hari. Dari situ kami mengevaluasi dan mengintruksikan karena sudah ada bimplet maka harus dilaksanakan seperti manajemen perpustakaan, manajemen kepala sekolah harus bisa melaksanakan sesuai dengan tupoksinya. 
Tugas  kepala sekolah sudah jelas yaitu seorang pemimpin, seorang leader yang bisa mengarahkan, membimbing, memberdayakan guru. Kepala sekolah gimana bisa memberdayakan kalau tidak diawali dari dirinya sendiri, kalau sudah ada pembentukan opini bahwa kepala sekolah saya ini disiplin maka integritasnya  tinggi”, tutur Eko.
Menurut Eko, kepedulian pemerintah untuk pendidikan sudah sangat tinggi, sekolah difasilitasi dalam proses belajar mengajar sehingga bagi guru-guru tidak ada alasan untuk tidak terwujudnya layanan pendidikan super prima dilingkup sekolah. Namun Eko juga mengatakan ada satu yang krusial dalam dunia pendidikan tidak hanya dialami oleh UPT Sampang dimungkinkan sekabupaten Cilacap mengalaminya yaitu tentang tenaga pendidikan, karena di Sampang itu antara PNS dan non PNS prosentasenya lebih besar, non PNS dengan prosentasenya 55 %, dan PNS 45 %. 
Sebetulnya pemerintah diuntungkan dengan satu pengabdian dan perjuangan kepala sekolah karena bisa mengangkat wiyata bakti meskipun tidak ada peraturan tentang pengangkatan wiyata bakti dalam komite. Seandainya kepala sekoah se Indonesia macet semua coba bayangkan tidak ada guru wiyata bakti. 
“Saya berharap kepada pemerintah degan sangat besar untuk guru-giru wiyata bakti minimal diakui dengan honor sesuai UMR walaupun tidak dijadikan PNS meskipn harapannya dijadikan PNS. 
Sehingga konsentrasi pemerintah kepingin pendidikan itu maju dapat terwujud, kalau pendidikan maju sementara pendidik banyak yang non PNS untuk akuntabilitas pertanggungjawabannya gimana kadang semangat tinggi kadang semangat lemah karena melihat honor tidak seberapa. Tapi untuk perjuangan dan dedikasinya tinggi’, tutur Eko. (Yos)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH