28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Misteri Kematian Bocah 7 Tahun Penuh Luka Kekerasan Diduga Disiksa Orangtuanya

2 min read
Kota Tangerang,citranewsindonesia,— Polres Metro Tangerang
terus menggali keterangan Suyati dan Mustaqim, ibu tiri dan bapak kandung dari
Dafa Mustaqim (7), sejak Sabtu 22 Oktober 2016. Teka-teki kematian Korban
masih penuh tanda tanya.
Pasalnya, menurut keterangan salah seorang tetangganya, Lili,
jenazah Dafa penuh luka-luka. Namun, hingga kini petugas Kepolisian
belum mendapati pengakuan atas penyiksaan yang diduga telah menimpa Dafa.
Lili mengatakan, saat jenazah Dafa disemayamkan
di rumah kontrakan yang ditempati kedua orangtunya, guru-guru sekolah Dafa
melayat. Guru-gurunya ini memfoto luka-luka di tubuh Dafa. Mana korban pun sering
mengeluh kepada gurunya habis dipukul, berbekal informasi dan foto-foto itulah. Sehingga, warga memutuskan melaporkan kejanggalan kematian bocah kelas 1 SD
tersebut ke kepolisian.
Selain itu Bibi korban, Eneng mengatakan, sebelum meninggal
dunia korban dibawa ke RS karena menderita deman tinggi dan kejang-kejang.
“Beberapa jam setelah dirawat Dafa meninggal dunia,” kata Eneng saat
ditemui, Minggu (23/10/2016) di Jalan Swadaya RT.03/04, Larangan, Ciledug, Kota
Tangerang. 

Eneng menuturkan, saat ini dirinya diminta tolong
sang kakak yang juga ayah dari Dafa untuk menjaga rumah kontrakan tersebut.
Menurut Eneng, ibu tiri Dafa bernama Suyati dinikahi oleh Mustaqim dua tahun
lalu. Yati memiliki anak
dari suaminya terdahulu bernama Rama yang telah duduk dibangku SMP kelas 1.
Sedangkan kakak saya memiliki anak dari istrinya dulu asal Sukabumi yakni
Dafa,”. Tuturnya
“Belum ada pengakuan, kami masih terus meminta keterangan baik dari saksi maupun orangtua Dafa.” Dia mengaku, pihaknya tidak akan mempermasalahkan ada atau tidaknya pengakuan dari orangtua. Semua kata dia, akan dilihat dari bukti atas jasad Dafa yang telah dikubur pada Kamis 20 Oktober, malam. Ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Wiji Lestanto.
“Tentu kami tidak membutuhkan pengakuan, mau tidak
mengaku atau pun mengaku, kami akan mencari kebenaran melalui bukti. Buktinya
akan kita cari dengan melihat jasad Dafa,” ujarnya.

Sementara Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Irman Sugema menuturkan, masih menyelidiki kasus ini dan meminta keterangan saksi serta bukti-bukti berupa foto luka di tubuh Dafa.
Sugema menerangkan, otopsi sangat dimungkinkan
untuk mengetahui penyebab kematian Dafa. “Nanti kalau dibutuhkan akan kita gali
(kuburan), kita lihat dari hasil di lapangan terlebih dahulu,” terangnya di
lokasi kejadian di Jalan Swadaya, Larangan, Ciledug, Kota Tangerang. 

Seperti diketahui, Dafa Mustaqim seorang  bocah berusia 7 tahun siswa kelas 1 SD di Larangan Utara 2, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang meninggal dunia dengan mengenaskan.
Dafa diduga tewas akibat penganiayaan ibu tiri dan
ayah kandungnya. Kini kedua orangtua Dafa masih diperiksa di Polsek Ciledug,
Kota Tangerang guna penyelidikan kasus kematian bocah tersebut. (Dede Richal/Sin)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH