23 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Silaturahmi Antar Tokoh Agama Guna Menangkal ISU SARA

2 min read
Tangsel,citranewsindonesia,—
Isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) paling mudah digunakan oknum tidak
bertanggung jawab untuk membuat suasana menjadi tidak kondusif. Maka dari itu
umat beragama diharapkan bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain
serta tidak mudah terprovokasi.
Hal
ini terungkap dalam dialog yang bertemakan menangkal isu SARA, Radikalisme,
Anarkisme serta Terorisme di Kota Tangerang Selatan. Silaturahmi dan diskusi
ini digelar oleh Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel
Grand Zuri Serpong Rabu, (12/10/2016).
Kegiatan
ini melibatkan ratusan tokoh agama dan Tokoh masyarakat di Tangsel. Hadir
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Staf khusus Kementerian Agama
Gugus Joko Waskito, Ketua DPRD Moh. Ramlie, Kapolres Tangsel Ayi Supardan, dan
tokoh lainnya.
Staf
khusus Kementerian Agama Gugus Joko Waskito mengatakan kegiatan seperti ini
dapat menangkal permasalahan yang berasal dari isu SARA. Menurutnya isu
tersebut banyak digunakan oleh orang-orang atau oknum yang tidak
bertanggungjawab untuk membuat suasana menjadi tidak kondusif. Oleh karenanya
umat beragama di Kota Tangsel untuk dapat menjaga keadaan yang harmonis.
“Dengan
adanya silatuhrahmi yang intensif antar tokoh agama masyarakat dapat menangkal
isu SARA dan terorisme di Kota Tangsel,” ujarnya.
Sementara
 Ketua DPRD Tangsel M. Ramlie mengatakan selama ini kondisi di Kota
Tangsel cukup aman dan kondusif. Menurutnya isu SARA tidak mempan digunakan
untuk memecah belah masyarakat Tangsel yang sejak awal memang sudah majemuk
dengan beberapa etnis agama dan golongan.
“Sampai saat ini masyarakat Tangsel cerdas dalam
menghadapi isu-isu SARA, Radikalisme, Terorisme serta Anarkisme karena
kemajemukannya mengedepankan musyawarah dan kerukunan,” ujarnya.
Tambahnya
terkait teroris yang seringkali penangkapannya di Kota Tangsel itu hanya
sebatas tempat persembunyiannya dan dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk
(KTP) bahwa mereka bukan warga asli Tangsel. “Warga Tangsel sejak lama rukun
dan damai tidak mudah terprovokasi dengan Isu Sara apalagi paham terorisme,”
ujarnya.
Sekretaris
MUI Tangsel Abdul Rojak mengamini pernyataan tersebut. Dijelaskan juga bahwa
tokoh agama dan pihak terkait telah mencermati dan membahas sebuah fenomena
baru di Kota Tangsel yakni penyebaran paham –paham sesat dan radikal yang mulai
menyusup di kalangan masyarakat terutama pemuda dikarenakan banyaknya kampus di
Kota Tangsel.
“Hasil
pertemuan sebelumnya kami menyimpulkan paham-paham seperti itu ada namun
sifatnya masih personal dan belum dalam jumlah yang banyak. Hal  ini yang
harus kita antisipasi, agar tidak mengganggu keamanan di Kota Tangsel,”
ungkapnya.
Menurut
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, kegiatan silaturahmi ini sangat
bagus dan perlu untuk dilakukan. Kegiatan ini sebagai sarana komunikasi secara
langsung dengan berbagai pihak dari suku ras maupun agama.
“Meskipun
kini teknologi sudah tergolong canggih dalam berkomunikasi, namun pertemuan
langsung pun tak kalah pentingnya. Tentunya ini untuk membicarakan kemajuan
daerah dari pendapat seluruh agama,” jelasnya.

“Proses
pembangunan di Tangsel butuh kondusifitas. Beragam agama dan budaya ini menjadi
sebuah kekuatan bagi kita untuk bisa melalukan proses pembangunan dengan baik
yang dibantu oleh berbagai pihak,” jelasnya. (Red)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH