28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Survei FinTech Indonesia 2016 Terhadap Industri Jasa Keuangan

3 min read
Tangerang, citranewsindonesia— Sebuah survei untuk memetakan teknologi jasa keuangan (financial technology,fintech) di Indonesia yang dilakukan oleh Deloitte bekerja sama dengan Asosiasi Fintch Indonesia. Hasilnya antara lain mengungkapkan bahwa inovasi keuangan membutuhkan kolaborasi dan regulasi yang mendukung.
Bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia. Deloitte Consulting merilis laporan hasil Survei FinTech Indonesia 2016 terhadap industri teknologi jasa keuangan (Iintech) di Indonesia. Beberapa temuan utamanya antara lain adalah bahwa kolaborasi dan kemitraan strategis dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi keuangan digital.
Hasil survei ini dipaparkan di acara Indonesia Fintech Festival & Conference yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) lndonesia.
Temuan utama Survei FinTech Indonesia 2016 menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan tintech Indonesia mengharapkan terjalinnya pola-pola kerja sama secara lebih luas dengan banyak pihak lain. Sebanyak 44% perusahaan tintech tersebut menyebutkan kolaborasi merupakan salah satu faktor yang menjadi prioritas mereka dan 51% lainnya menyatakan kolaborasi sebagai “hal yang sangat penting dilakukan’. 
Hal ini memperlihatkan bahwa lingkungan yang kolaboratif dapat mendorong hasil yang baik dan membawa manfaat yang lebih luas. Sebagian besar perusahaan lintech yang disurvei (38%) menekankan bahwa peningkatan penerapan best practices merupakan manfaat terbesar yang bisa diambil dari perluasan kerja sama di antara para pemain lintech di indonesia. Sementara itu. 25% dari mereka menyatakan percaya bahwa hal tersebut akan mengembangkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan data pasar dan menganalisis profil pengguna layanan mereka.
Karaniya Dharmasaputra Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech indonesia mengatakan, “Saat ini kita sedang berada di tengah era inovasi keuangan. terutama dengan begitu pesatnya perkembangan teknologi di area ini. Melalui survei ini. kami ingin menyoroti bagaimana kolaborasi di antara pemain Iintech dan regulator dapat semakin meningkatkan akses masyarakat lndonesia terhadap layanan keuangan, khususnya dengan memanfaatkan teknologi. Karena itulah, kenapa peningkatan kerja sama antara perusahaan-perusahaan iintech di indonesia menjadi salah satu tujuan strategis asosiasi kami.” Ungkapnya kepada media, Senin (29/08/2016) di ruang garuda 1 Hall 3 ICE BSD.
“Sebagai tambahan perlu digarisbawahi bahwa salah satu temuan utama survey ini mengungkapkan bahwa banyak perusahaan fintech menghadapi berbagai kendala untuk memperdalam inklusi keuangan dan bahwa sebagian besar masyarakat indonesia tidak paham atau mendapatkan informasi yang salah tentang sistem keuangan. Karena itulah, kami akan terus mendorong terciptanya berbagai kolaborasi dan semakin mengintensifkan program-program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, supaya tercipta ekosistem fintech yang mendukung di indonesia.” Karaniya menambahkan.
Erik Koenen, Advisor untuk Industri jasa Keuangan dari Deloitte Consulting menjelaskan“Berkembangnya penggunaan teknologi di sektor keuangan membuktikan bahwa pasar Indonesia memihki potensi yang sangat besar dan ini perlu menjadi salah satu agenda penting pemerintah, sebagaimana ditunjukkan dalam laporan survey kami ini. Kolaborasi antara perusahaan fintech atau antara perusahaan fintech dan lembaga keuangan merupakan factor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.” Ujarnya ditempat yang sama 
Survei tersebut juga menemukan bahwa mayoritas perusahaan fintech menganggap adaptasi regulasi terhadap perkembangan pesat fintech saat ini masih tergolong lambat dan belum jelas. Karena itu, mempererat kerja sama dengan pemerintah menjadi hal yang sangat penting.
Ada lima area fintech yang memiliki kebutuhan paling tinggi dalam pengembangan regulasi, yakni payment gateway (60%), e-money atau e-wallet (58%), mekanisme Know Your client (KYC) (57%), peer to peer (P2P) lending (57%), dan digital  signature (54%).
Survei FinTech Indonesia 2016 yang dilakukan oleh Deloitte ini berupaya mengungkap tantangan utama yang dihadapi oleh pemain-pemain fintech di Indonesia saat ini dan mencari cara untuk mengatasinya. Lebih dari 70 perusahaan fintech membagi pengalaman, keahlian, dan pemikiran mereka, dengan mengikuti survei ini. Metodologinya terdiri dari tiga aktivitas: survei komprehensif untuk beberapa CEO terpilih dari perusahaan fintech  pengumpulan respons. dan analisa dan validasi kesimpulan oleh tim konsultan bisnis. (Dede Richal)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH