21 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

OJK Gelar Keuangan Syariah Fair 2016

2 min read
Tangerang,CitranewsIndonesia— Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  terus mendukung pengembangan keuangan Syariah
yang telah berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir,baik dari jumlah
pelaku maupun aset keuangan Syariah di sektor perbankan,Instrumen
Keuangan Non Bank (IKNB) dan pasar modal.

Untuk memperkuat peranan dari perbankan Syariah di Indonesia,Otoritas
Jasa Keuangan (OJK)  kembali menggelar “Syariah Fair 2016” di Summarecon
Mal Serpong,Kabupaten Tangerang dari tanggal 5 hingga 7 Agustus 2016.

Direktur,penelitian, pengembangan,pengaturan dan perizinan perbankan
Syariah Deden Firman Hendarsyah menjelaskan bahwa potensi perkembangan
perbankan dan keuangan Syariah di Indonesia itu masih sangat
luas,menarik dan menjanjikan. Untuk itu OJK akan terus menyelenggarakan
even-even keuangan Syariah fair seperti ini agar peranan dan aset dari
perbankan Syariah makin besar dan diminati oleh masyarakat luas.

“Kami memillh Tangerang sebagai tempat keuangan Syariah fair ini,karena
kami melihat Tangerang raya memiliki potensi market yang sangat besar
bagi penyerapan dana masyarakat kedalam keuangan Syariah,” tuturnya.

Sementara Ary Setiady, deputi komisioner pengawas IKNB OJK saat press
conference mengatakan, pagelaran Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016 ini
bertujuan untuk memperkenalkan produk keuangan syariah pada masyarakat
luas dengan target peningkatan jumlah konsumen maupun investor.

“Event ini kami jadikan sebagai salah satu upaya untuk membangun
awareness, pemahaman dan utilitas masyarakat terhadap keuangan syariah,”
tutur Edy di sela-sela acara tersebut.

Selain itu, Edy juga mengungkapkan, jika keuangan syariah terus
mengalami peningkatan dalam berbagai sektor ekonomi, seperti pendanaan
proyek swasta dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM), bahkan kini
telah merambah menjadi sarana perencanaan keuangan, investasi dan
perlindungan resiko keuangan.

Tercatat, hingga bulan Mei 2016, aset keuangan syariah mencapai Rp.3.952
triliun, yang terdiri dari perbankan syariah Rp.297,9 triliun, IKNB
syariah Rp.74,8 triliun, dan pasar modal syariah Rp.3.579 triliun.

“Total aset keuangan syariah pada tahun 2011 hanya 30 persen dari Gross
Domestic Produk (GDP), tapi pada tahun 2015 naik menjadi 40 persen.
Penigkatannya sangat baik,” pungkasnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat membuka acara Keuangan Syariah
Fair 2016 mengharapkan agar keuangan syariah dapat menyentuh para
pelaku UKN di Kabupaten Tangerang agar dapat lebih berkembang dan maju.

“Kami berharap otoritas keuangan syariah dapat membantu para pelaku
UKM,agar para pelaku UKM usahanya dapat makin berkembang sehingga
otomatis akan meningkatkan taraf hidup mereka dan juga secara tidak
langsung turut serta membantu program pemerintah Kabupaten Tangerang
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya. ( BTL )
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH