23 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Amburadulnya Tata Kelola Ruang Kota Tangsel

1 min read
Tangsel,citranewsindonesia.com,— Rencana detail tata ruang serta peraturan zonasi (RDTR&PZ),Pemerintah
Kota Tangsel amburadul,pasalnya maraknya pembangunan hotel, apartemen
dan pusat perbelanjaan atau mal di Kota Tangerang Selatan berdampak pada
pelanggaran tata ruang wilayah.  
Pelanggaran tata ruang Tangsel tidak hanya merusak wajah kota tapi
juga meruntuhkan asasi kota,” kata Budayawan dan novelis Tangsel Uten
Sutendy dalam diskusi Kamisan Siji yang menghadirkan
Panelis Eko Yuliandi dii academy bamboo nusantara,rawa buntu, kecamatan Setu, Tangsel. Kamis Sore (02/06/2016).
“Selain menyoroti tata ruang kota tangsel yang amburadul,Uten juga
menjelaskan kesenian dan kebudayaan kota melahirkan simbol salah satunya
icon kota. Tangsel itu dulunya penyuplai anggrek terbesar di Indonesia dan
eropa, mestinya icon anggrek yang pernah dibangun pengembang jangan
di hilangkan,” tegas Uten sambil mencontohkan kota-kota yang
mempertahankan simbolnya seperti bandung, Jakarta, padang dan kota-kota besar
di Asia”.
Pada kesempatan yang  sama pengrus ICMI Tangsel dan FMMB
BSD, Eko Yuliadi menuturkan,”Sejak Kota Tangsel resmi berdiri tahun 2008
hingga 2014, realisasi investasi baik dari PMA dan PMDN senilai Rp36,7 triliun
ada di Tangsel.” Tegasnya
Sektor properti, perdagangan dan jasa merupakan tiga sektor yang
paling diminati investor, yang jadi persoalan tingginya minat PMDN atas lahan
ditangsel tidak dibarengi dengan kepatuhan  tata ruang, Ungkap Eko
Yuliandri. 
“Ketegasan dan  kejelasan pemerintah kota sangat diperlukan dalam
menjaga tata ruang kota yang berpihak pada publik,” pungkas Eko Yuliandi juga
mengingatkan akan hilangnya situ-situ dari 9 menjadi 7 situ bahkan sudah
menyusutnya lahan situ.”(sul/ck-267)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH