JAKARTA ||citraindonesianews.com – Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di The President Lounge, Batavia Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026). Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran IPHI sebagai organisasi yang menaungi para haji Indonesia sekaligus berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa.
Dalam pelantikan tersebut, Noor Yunita Setiawati resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Unit Diklat dan Pengembangan Haji dan Umrah PP IPHI masa bakti 2026–2031.
Penunjukan Noor Yunita Setiawati menjadi bagian dari komitmen PP IPHI untuk memperkuat pembinaan, pendidikan, serta pengembangan pelayanan haji dan umrah di Indonesia melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kualitas penyelenggaraan ibadah.
Ketua Umum PP IPHI masa bakti 2026–2031, Ir. H. Erman Soeparno, MBA, MSi, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pengurus agar menjadikan IPHI sebagai organisasi yang solid, profesional, serta berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Erman, IPHI merupakan organisasi yang memiliki posisi strategis karena menghimpun para haji dari seluruh Indonesia yang terdiri atas ulama, tokoh masyarakat, cendekiawan, hingga para pemimpin dari berbagai daerah.
“Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia merupakan organisasi yang dimuliakan Allah SWT. Organisasi ini menjadi wadah berkumpulnya para haji dari seluruh Nusantara bahkan telah memiliki jejaring hingga mancanegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jaringan IPHI kini telah berkembang ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Jerman, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lainnya sebagai wujud penguatan ukhuwah Islamiyah di tingkat internasional.
Pengurus Diminta Menjalankan Amanah dengan Ikhlas
Erman menegaskan seluruh pengurus, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus memahami visi, misi, serta nilai-nilai dasar organisasi agar memiliki kesamaan arah dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, jabatan kepengurusan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
IPHI Didorong Aktif Berkontribusi untuk Bangsa
Sebagai organisasi kemasyarakatan, Erman menilai IPHI harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pemikiran, solusi, serta kritik yang membangun.
“Sebagai organisasi masyarakat, IPHI tidak boleh lepas dari kehidupan bangsa dan negara. Kita harus hadir memberikan solusi, masukan, dan kritik yang membangun,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Erman juga menyoroti berbagai tantangan nasional, mulai dari persoalan akhlak dan moral masyarakat, penguatan pendidikan, kondisi ekonomi dan fiskal, hingga pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan.
Ia mengajak seluruh pengurus IPHI untuk memperkuat pendidikan karakter, keimanan, serta akhlakul karimah sebagai fondasi membangun bangsa.
Di bidang pendidikan, Erman menilai IPHI memiliki potensi besar karena banyak pengurus berasal dari kalangan ulama, kiai, akademisi, dan pimpinan pondok pesantren. Oleh sebab itu, ia mendorong penguatan pendidikan pesantren agar mampu melahirkan generasi santri yang profesional, modern, berdaya saing, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional serta mewujudkan sistem hukum yang adil demi terciptanya Indonesia yang lebih maju.
Persatuan Menjadi Fondasi Organisasi
Menutup sambutannya, Erman mengajak seluruh pengurus PP IPHI untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan daerah.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dipelihara demi menjaga keutuhan Indonesia.
“Indonesia berdiri karena persatuan. Kita boleh berasal dari Jawa, Sumatera, Papua, Aceh, Flores, Kalimantan maupun daerah lainnya, tetapi kita tetap satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Persatuan inilah yang harus terus kita jaga,” katanya.
Erman berharap kepengurusan PP IPHI periode 2026–2031 mampu membawa organisasi menjadi semakin profesional, solid, serta memberikan manfaat nyata bagi umat melalui semangat persaudaraan, pengabdian, dan kebersamaan.
Sementara itu, pelantikan Noor Yunita Setiawati sebagai Ketua Unit Diklat dan Pengembangan Haji dan Umrah PP IPHI diharapkan semakin memperkuat program pembinaan, pelatihan, dan pengembangan pelayanan haji serta umrah di Indonesia. Dengan pengalaman dan komitmennya di bidang pelayanan ibadah, Noor Yunita diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan jamaah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tingkat nasional maupun internasional.
Seluruh jajaran pengurus dan tamu undangan turut menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan kepengurusan baru PP IPHI serta berharap organisasi ini semakin berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pembinaan jamaah haji dan umrah serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan umat dan bangsa. (Hen)

