Pentas Budaya Caci Meriahkan Penutupan Masta Cup 2026 di Tangsel, Satukan Warga Manggarai Sejabodetabek

TANGERANG SELATAN || CITRANEWSINDONESIA.COM – Ratusan warga asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memadati Lapangan Dewantara Sport Center, Kota Tangerang Selatan, Minggu (14/6/2026), dalam pergelaran seni budaya Caci, Danding, dan Mbata yang mengusung tema “Harmonis Budaya dan Kebudayaan”.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut menjadi puncak rangkaian penutupan Turnamen Masta Cup 2026 sekaligus ajang silaturahmi masyarakat Manggarai yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Atraksi utama dalam acara ini adalah tarian Caci, salah satu warisan budaya khas Manggarai yang sarat makna. Tarian tersebut melambangkan keberanian, kejantanan, sportivitas, dan semangat persaudaraan masyarakat Flores Manggarai.

Selain Caci, ditampilkan pula Danding yang identik dengan gerakan tari dan nyanyian, serta Mbata yang menghadirkan irama musik tradisional sebagai pengiring pertunjukan budaya.

Sebanyak dua kelompok tampil dalam pergelaran tersebut dengan total peserta mencapai 80 orang. Masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 40 peserta yang memperagakan berbagai rangkaian seni budaya tradisional Manggarai.

BACA JUGA :  Hampir 1 Tahun Kasus Kekerasan Anak di Polres Metro Tangerang Kota Belum Selesai, P2TP2A Tangsel Kecewa

Panitia menetapkan sejumlah kriteria penilaian untuk menentukan pemenang, di antaranya kemampuan menyanyi atau lomes, serta kelengkapan dan kerapihan busana adat yang dikenakan peserta. Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta per orang.

Tak hanya menampilkan pertunjukan budaya, acara juga diramaikan dengan berbagai prosesi adat seperti penyambutan tamu kehormatan, penyerahan cenderamata, tarian penyambutan, Danding kolosal, sambutan panitia, hingga penyerahan trofi Turnamen Masta Cup 1.

Panitia pelaksana, Agustinus Mangur, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat terus digelar setiap tahun sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan warga Manggarai di perantauan.

“Kami berharap pada 2027 acara seperti ini bisa kembali diselenggarakan dengan lebih meriah sehingga keluarga besar Manggarai dapat kembali berkumpul dan menjaga tali persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Sony selaku promotor kegiatan sekaligus pendiri Tim Komodo menjelaskan bahwa rangkaian Masta Cup 2026 telah dipersiapkan selama tiga bulan. Turnamen sepak bola yang melibatkan komunitas Manggarai se-Jabodetabek tersebut telah berakhir pada pekan sebelumnya, sedangkan acara budaya menjadi momentum syukuran sekaligus kebersamaan.

BACA JUGA :  Cegah Genangan Air Dikala Hujan, Babinsa Dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana memperkuat solidaritas warga Flores yang merantau di berbagai daerah.

“Kami ingin memastikan hubungan kekeluargaan tetap terjaga. Harapannya tidak ada lagi saudara Flores yang mengalami kesulitan, sakit, atau bahkan meninggal dunia tanpa diketahui oleh komunitasnya. Karena pada dasarnya kami adalah satu keluarga,” kata Sony.

Ia juga mengungkapkan bahwa komunitas yang dibangunnya turut menyediakan tempat penampungan bagi mahasiswa asal Flores yang menempuh pendidikan di wilayah Banten.

Sony menambahkan, kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pekerja, buruh, hingga pengusaha. Menurutnya, kebersamaan menjadi nilai utama yang ingin dibangun dalam setiap kegiatan komunitas.

“Semua hadir tanpa membedakan latar belakang. Yang kami kedepankan adalah rasa persaudaraan dan kekeluargaan,” tutupnya.

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *