Tangerang Selatan | Citranewsindonesia.com – Merasa pegal setelah berolahraga sangatlah wajar. Bisa jadi karena sesi latihan intens yang membuat merasa kewalahan. Bisa juga karena sudah lama tidak berolahraga dan otot kembali menjadi kaku. Apa pun penyebabnya, keesokan harinya mungkin akan merasa kaku, pegal, dan gerakan tubuh agak lambat.
Dilansir dari channelnewsasia.com, menurut ahli terapi fisik dan kepala eksekutif Recharge Health & Fitness di Maryland Gene Shirokobrod mengatakan bahwa alasan mengapa tubuh manusia menjadi sakit ternyata sangat misterius dengan berbagai teori bermunculan dan tertinggal zaman.
“Jawabannya kita masih belum tahu,” ujarnya.
Saat ini kita mengetahui bahwa nyeri merupakan respons terhadap peradangan dalam jaringan yang rusak. Dalam kebanyakan kasus, ini hanyalah efek samping yang tidak menyenangkan dari latihan yang intens dan tubuh cenderung pulih dengan sendirinya. Namun, jika mengabaikan nyeri otot dan langsung melanjutkan latihan berat, hal terburuk dapat meningkatkan risiko cedera yang lebih serius.
Menemukan cara untuk mengurangi nyeri otot merupakan industri bernilai miliaran dolar yang mencakup sepatu pemulihan kompresi, senjata pijat, dan bak es. Meskipun banyak alat pemulihan dapat membuat merasa lebih baik, ada perbedaan antara meredakan gejala dan benar-benar memperbaiki jaringan yang rusak.
Beruntungnya, tidak perlu bergantung pada hal-hal yang mahal atau rumit untuk pulih. Teknik sederhana serta pendekatan dari dalam ke luar dapat membantu mencegah rasakan sakit, pulih dengan baik, dan menghindari cedera.
1. Persiapkan Diri
Penting untuk jujur pada diri sendiri tentang tingkat kebugaran sebelum berolahraga, terutama jika baru melakukannya atau kembali setelah istirahat. Mayoritas orang-orang beralih ke rutinitas kebugaran yang mereka tinggalkan beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun yang lalu.
“Mereka mempunyai mentalitas mesin waktu, berpikir, ‘Lima tahun lalu saya bisa mengangkat beban 20 pon, jadi saya masih bisa melakukan itu,’” kata Dr Shirokobrod.
Sebaliknya, pikirkan jumlah olahraga minimum yang diperlukan untuk menjadi bugar sejak awal. Jika itu membantu, tuliskan, buatlah rencana, atau mintalah pelatih untuk membuat rencana dan patuhi rencana tersebut. Jika merasa sakit, jangan memaksakannya pada latihan berikutnya. Melakukan hal tersebut akan mencegah otot pulih dan meningkatkan risiko cedera. Selain itu, kemajuan terjadi ketika otot memiliki waktu untuk pulih.
2. Makan dan Tidur yang Cukup
Penelitian menunjukkan tidur yang cukup dan nutrisi yang baik sebagai faktor pencegahan cedera, termasuk nyeri otot. Saat pertama kali timbul rasa nyeri, atau setelah olahraga yang melelahkan, “pikirkan tentang tambahan kalori dan protein, atau tidur tambahan,” kata Dr Shirokobrod.
“Mereka mendukung jaringan Anda dan membantu Anda bergerak maju,” lanjutnya.
3. Paksa Diri untuk Bergerak
Meskipun tidak baik berolahraga keras saat sakit, gerakan dengan intensitas rendah sangat membantu. Olahraga ringan membuat darah mengalir dan membantu mempercepat proses pemulihan. Contohnya seperti jalan-jalan santai, berenang beberapa putaran ringan, atau bahkan melakukan beberapa set squat beban tubuh.
Menurut Ultrarunner dari Chicago Jamie Hershfang hal-hal kecil akan membawa perubahan meskipun kecil juga.
“Jika saya merasa pegal dan lesu karena latihan yang intens, saya akan kembali dan melakukan lari singkat dan ringan keesokan harinya,” ujarnya.
“Ini selalu membuat otot saya rileks dan merasa lebih baik,” lanjutnya.
4. Mengurangi Rasa Sakit Bukan Memperbaiki Otot
Direktur program ilmu olahraga dan gerakan di Universitas Bryant di Rhode Island Jason Sawyer menganjurkan untuk hindari mengkonsumsi ibuprofen yang menurut beberapa penelitian tidak ada bedanya atau bahkan merugikan.
“Penelitian menunjukkan bahwa NSAID akan mengurangi rasa pegal, namun akan menumpulkan penyembuhan yang sebenarnya,” kata Jason Sawyer.
5. Waspada Jika Lebih dari Sekedar Sakit
Beberapa nyeri pasca latihan mungkin sebenarnya adalah cedera. Salah satu indikatornya adalah di mana saat merasakan nyeri. Jika rasa sakitnya bersifat global, yakni dirasakan di kedua kaki, mungkin penyebabnya yaitu hanya melakukan olahraga berlebihan. Sebaliknya, cedera cenderung terlokalisasi. Selain itu, cedera sering kali langsung menimbulkan rasa sakit, sementara biasanya tidak merasakan nyeri setelahnya.
Jika saat itu mencurigai adanya tanda cedera, hentikan aktivitas yang memberatkan dan temui praktisi medis.
Dalam hal mengalahkan rasa sakit, kesederhanaan menguasai segalanya. “Berikan tubuh Anda bahan-bahan yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan tubuh Anda akan melakukan sisanya,” kata Dr Sawyer.
(Adinda Maisya) – UIN Jakarta

