9 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

dua belah pihak yang saling mengklaim pemilik yayasan

2 min read

ROKAN HILIR,CitraNewsIndonesia – Yayasan Dinul Hasanah km 17 Bagan Batu tiba-tiba menjadi ramai suara gaduh Rabu (5/5/18) sekitar pukul 10.00 pagi.

Yayasan Dinul Hasanah bergerak di bidang pendidikan agama islam tingkat RA,Mi,Mts,Ma, di bawa pengawasan Kementrian Agama(Kemenag).

Melihat kejadian itu beberapa awak media mendekati sumber kegaduhan itu,dari pantauan CitraNewsIndonesia dilapangan,ternyata ada dua belah pihak yang saling mengklaim pemilik yayasan Dinul Hasanah.

” Sejak dulu Ini adalah yayasan orang tua kami  H.Adnan bin Matkudin(alm) ,yang di beri nama Yayasan Dinul Hasanah berdasarkan akte dan SK Mentri Hukum Dan Ham(Menkumham) tapi ini Sk yang lama ya pak bukan yang baru”  terang Hj.Nur Rahma Adnan alias Inong kepada CitraNewsIndonesia yang mengaku pemilik Yayasan Dinul Hasanah.

Hj.Nur Rahma Adnan (55) alias Inong mengaku  beralamat Di Medan, “Sejak dulu ayah kamilah yang membangun Yayasan ini,awalnya dulu di bangun di Langkat teluk bakum tapi karena kebunnya di sini,maka ia(alm-red)
mendirikan yayasan ini disini,terang inong.

BACA JUGA :   Walikota Airin Hadiri Grand Opening 212 Mart ke 8

Lanjutnya”jadi siapapun yang mengaku ini yayasan mereka,saya mau tanya tahun berapa mereka membangun yayasan ini dan saya mau tanya siapa pendiri yayasan ini,yayasan ini berdiri sejak tahun 1997.

Disinggung soal pemenangan perkara yang pemenangnya adalah H.Adlan Adnan atas putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No 1673 secara automatis Yayasan Dinul Hasanah adalah menjadi milik H.Adlan Adnan karena masi di objek putusan MA No 1673

Inong membantahnya”Begini ya pak,sesudah ayah kami meninggal,pihak H.Adlan Adnan Cs menggugat semua harta di Pengadilan Agama Medan,sesudah adanya gugatan tersebut Pengadilan Agama(PA)Medan mengeluarkan putusan 280 jadi masalah harta bergerak dan tidak bergerak semuanya sudah ada di situ putusannya,jadi kalau ada putusan 1673 yang katanya 6000 hektar tunjukan dimana itu,pungkas Inong.

Ditempat terpisah CitraNewsIndinesia menemui kuasa H.Adlan Adnan.
“Mereka tidak ada hak atas Yayasan Dinul Hasanah dan mereka kita usir,Yayasan mereka memang ada tapi di Medan bukan di km 17 Bagan Batu ini,Yayasan Dinul Hasanah ini milik H.Adlan Adnan,lagian pula Yayasan mereka itu namanya Yayasan Dinul Hasanah Rokan bukan Yayasan Dinul Hasanah dan keberadaanya di Medan dan SK Menkumhamnya di terbitkan pada Tahun 2012 dan itu keberadaannya di Medan enak saja mau menguasai milik klien kami.Terang M.Ryan Saragi.

BACA JUGA :   Walikota Airin Dan Menristek Bahas Penanganan Radioaktif

Lanjut Saragi,”Kalau SK Menkumham Yayasan Dinul Hasanah jelas alamatnya di sini ,Jln lintas Riau-Sumut km 17 Dusus Kencana Kep.Pasir putih.Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir terbit Tahun 2011,jelas Saragi.

Selain itu juga berdasarkan putusan MA RI No 1673 yayasan Dinul Hasanah termasuk objek perkara 1673 yang dimenangkan klien kami H.Adlan Adnan jadi dimana hak mereka,Pungkas Saragi. Penulis (Suroyo)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification