28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

USAID Terbitkan Buku Praktik Baik Penyiapan Calon Guru di LPTK

3 min read
Jakarta – USAID melalui program Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students
(PRIORITAS), baru saja menerbitkan buku praktik yang baik dalam
perkuliahan
dan integrasi Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK)-Sekolah. Buku
ini berisi pengalaman para dosen dan guru sekolah mitra LPTK dalam
meningkatkan kualitas guru dan calon guru hasil kerja sama dengan
program USAID PRIORITAS.
“USAID PRIORITAS sejak tahun 2013 bekerja sama
dengan 17 LPTK mitra dan 32 LPTK konsorsium melaksanakan program
peningkatan kapasitas para dosen LPTK dalam melaksanakan perkuliahan
aktif dan sekaligus memperkuat jalinan kerjasama antara
LPTK dengan sekolah mitra tempat mahasiswa calon guru melaksanakan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL),” kata Stuart Weston Direktur Program
USAID PRIORITAS, di Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Sebagai produsen calon guru, menurut Stuart, LPTK
harus memahami kebutuhan penggunanya yaitu sekolah. Sebaliknya, sekolah
sebagai pengguna juga harus aktif memberikan masukan apa yang dibutuhkan
kepada produsen. “Dosen LPTK tentu kaya teori
tetapi biasanya kurang punya pengalaman praktik. Sebaliknya, guru pasti
kaya dengan pengalaman praktik tetapi biasanya kurang dalam teori.
Melalui interaksi tersebut, kedua pihak dapat bekerja sama yang saling
menguntungkan dan bersinergi untuk menghasilkan
pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa,” kata Stuart lagi.
Buku setebal 180 halaman itu menyajikan tiga topik
utama terkait praktik-praktik yang baik dalam penyiapan calon guru dan
pendampingan guru. Pertama tentang perkuliahan yang dilaksanakan para
dosen LPTK dengan pendekatan pembelajaran aktif.
Perkuliahan aktif oleh dosen tersebut sekaligus menjadi contoh bagi
mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran aktif di kelas.
Kedua mengupas integrasi LPTK-Sekolah yang
memperlihatkan kerja sama antara dosen dan guru dalam melaksanakan
penelitian bersama dan pendampingan untuk meningkatkan mutu pembelajaran
di sekolah yang  dijadikan tempat praktik mengajar mahasiswa.
Kalau mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang baik, tentu mereka
akan mendapatkan pengalaman yang baik pula dalam mengajar.
Ketiga, mengulas inisiatif-inisiatif praktik yang
baik dari LPTK, seperti membuat mata kuliah literasi dan manajemen
berbasis sekolah (MBS) sebagai mata kuliah baru untuk mahasiswa Jurusan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan membuat
program yang mendekatkan mahasiswa dengan sekolah sejak semester awal.
Biasanya, mahasiswa mulai diperkenalkan sekolah pada semester 5 atau 6.
Masih banyak lagi praktik-praktik baik yang diceritakan dalam buku
tersebut.
Prof Intan Ahmad PhD, Direktur Jenderal
Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti menyambut baik
penerbitan buku ini. ”Buku ini dapat menjadi wahana berbagi pengalaman
antar dosen, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa calon
guru. Buku ini juga membuktikan bahwa proses pembelajaran aktif (active learning) juga dapat diterapkan di perguruan tinggi, jika dosen menyiapkannya dengan baik,” katanya dalam sambutan pada buku tersebut.
Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Islam
Kemenag, Prof Dr Kamaruddin Amin, menyebut pengalaman para dosen LPTK
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang bermitra dengan
USAID PRIORITAS dalam menerapkan perkuliahan dan pendampingan
kepada madrasah telah memberi contoh yang baik dalam mempersiapkan
calon guru madrasah yang profesional. Mahasiswa mendapat perkuliahan
dengan pendekatan belajar aktif yang relevan dengan pendidikan abad 21.
“Dalam perkuliahan mahasiswa terbiasa difasilitasi
berpraktik memecahkan masalah, bekerja sama, menggunakan kemampuan
berpikir tingkat tinggi, dan menghasilkan karya-karya kreatif dan
inovatif dalam perkuliahan. Hal itu menjadi modal baik
bagi mahasiswa untuk menjadi guru profesional,” paparnya dalam buku
tersebut.
Buku praktik yang baik ini dibagikan ke para dosen 
mitra yang ada di 49 LPTK yang tersebar di delapan provinsi, yaitu
Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa
Timur, dan Sulawesi Selatan.
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH