28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

DINAS KESEHATAN LUNCURKAN LAYANAN CALL CENTER 119

2 min read
Cilacap,CitraNewsIndonesia – Dinas Kesehatan Cilacap luncurkan layanan
Call Center 119 untuk mempermudah akses pelayanan kasus kegawatdaruratan
kesehatan. Program ini sesuai petunjuk Kementerian Kesehatan yang
meluncurkan sistem Penanggulangan Gawat Dadurat Terpadu (SPGDT) Call
Center 119.

Slamet Budirto, SE, MM Selaku Kabid Yankes didampingi Dr. Sukemi M.Hum
selaku Kasi Dasar dan Rujukan memaparkan, terkait dengan layanan Call
Center 119. Pihak Dinas Kesehatan sudah mensosialisasikan ke seluruh
Puskesmas yang ada, pada saat di louncing tanggal 12 November bertepatan
dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

“Program pelayanan kesehatan ini diperuntukkan untuk meningkatkan
harapan hidup masyarakat menjadi tinggi, contoh orang kecelakaan
ngangkatnya tidak boleh ditekuk, tapi biasanya karena takut malah
ditekuk terus dibawa padahal harusnya ditegakkan”, diruang kerjanya
Slamet sampaikan hal ini kepada media, (16/11/16).

Lanjut Slamet, program ini berdasarkan Permenkes No. 19 Tahun 2016 bahwa
tiap Dinas Kesehatan  wajib memiliki layanan Call Center 119 yang
komandonya dari jakarta, kita sebagai PSC nya  (Public Safety Center)
jadi kalau ada telpon langsung terhubung ke jakarta dulu lalu dari
jakarta disalurkan ke Cilacap area orang itu telpon, misalnya asal
pasien dari Wanareja terhubung ke dinas dulu baru dinas terjun ke
Puskesmas Wanareja untuk mengevakuasi pasien.

“Layanan Call Center 119 akan melayani orang kecelakaan, orang hamil,
orang sakit semua yang berkaitan dengan kesehatan. Pelaksanaan pra rumah
sakit artinya sebelum sampai ke rumah sakit, yang kedua kita sering
mendengar wisata pasien, pasien yang ditolak oleh rumah sakit sehingga
pasien jadi muter-muter ke rumah sakit lain akhirnya dibawa pulang itu
disebut wisata pasien. Nah adanya Call Center 119 ini diharapkan tidak
terulang hal serupa, semua sudah kita jalin kerjasama. Layanan ini
berdasarkan data dari rumah sakit, jadi tiap hari harus update ke kita
berapa bed yg kosong, ruang ICU yang kosong, alat yang siap, ambulannya
yang kosong. Data harus diupdate tiap ganti siff dan dikirim ke kita
melalui laporan itu kita bisa pantau jika ada pasien”, ujarnya.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, urgensinyanya untuk menolong pasien
dengan cepat jadi sekarang tidak ada istilah pasien tidak mampu tidak
bisa dirawat, semua pelayanan ini gratis. Sementara memakai tenaga medis
dari Puskesmas dengan fasilitas tiga unit mobil ambulance untuk
digunakan selama 24 jam. Tahun 20017 baru pakai anggaran APBD dan mulai
dari situ kita bentuk pegawainya, rencana satu bidang 10 orang.

“Diharapkan masyarakat mau menggunakan fasilitas ini karena ini sangat
berguna sekali untuk menurunkan angka kematiaan baik angka kecelakaan
dan angka kematian ibu, menurunkan angka kesakitan mengurangi angka
rujukan karena biasanya rujukan itu kan muter-muter” kata Slamet. ( ADV )

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH