28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Target Pembongkaran Meleset PT. Wahana Infonusa Gelar konfrensi Pers

3 min read
Tangsel,citranewsindonesia,— Meleset
dari target pembokaran gedung tua berlantai 19 milik Panin Bank di Sektor 7
Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) PT Wahana
Infonusa dan Tim Ahli Bangunan Kota Tangsel kembali mengelar konfrensi pers
pada Selasa (18/10/2016) malam, di Emerald Club House, Bintaro Jl. Raya
Jombang, Sektor 9, kota Tangsel.

Seperti diketahui, Gedung Panin Bintaro adalah suatu bangunan
bertingkat tinggi yang saat ini dimiliki oleh Bank Panin, Gedung tersbut
dibangun tahun 1995-1996, namun belum selesai terbangun karena adanya krisis
moneter. Bank Panin membeli gedung ini dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional
pada tahun 2000. Bank Panin melakukan penambahan 5 lapis lantai, namun kemudian
dihentikan terkait rencana pengembangan, sehingga diputuskan bangunan akan
dibongkar.
Pekerjaan pembongkaran dilakukan sejak awal 2016. Pada tanggal 2
Junl 2016. terjadi keruntuhan pada sebagian bangunan. sehingga pekerjaan
pembongkaran dihentikan untuk evaluasi metoda pembongkaran. Pemilihan metode
pembongkaran dilakukan selama hampir 4 bulan. untuk mendapatkan metode yang
aman dapat diterima oleh lingimngan. PT Wahana Infonusa yang mengajukan metode
overloading akhirnya dipilih untuk melanjutkan pekerjaan pembongkaran.
“Dapat dipastikan itu, hitunganya sejak start pukul 23.00
WIB kita mulai. Ini akan menjadi spektakuler,  10 jam setelah itu akan
roboh,”  ujar Hari Nugraha Nurjaman, salah seorang Tim Ahli Bangunan
saat menggelar konprensi pers tadi malam.
Dirinya juga mengatakan, kepastian itu didapat karena pada malam
itu bangunan gedung tersebut akan terisi 400 ton pasir diatasnya.
“Jadi masyarakat enggak perlu melihat pada waktu-waktu
dekat ini, nanti Jumat malam datangnya,” Papar Hari.
Sementara itu, Direktur PT Wahana Infonusa Yoyok Hari Sucahyo
mengatakan, pasir yang telah menindih bangunan tersebut telah terkumpul
sebanyak 233  ton.
“Terdiri dari zona 1 seberat 123 ton, sedangkan zona 2
seberat 110 ton beban komulatifnya,”  terangnya.
Dirinya juga meminta masyarakat dapat mengetahui bahwa metode
yang digunakan bukan metode luar biasa. Metode yang digunakan sangat sederhana,
yakni bangunan akan roboh kalau melebihi beban.
“Ini seperti kita angkat barbel, tidak akan gagal. Ini ilmu
paati dan cara paling aman,” Tegasnya.
Saat singgung hitungan PT Wahana Infonusa yang tak tepat, karena
awalnya dengan 100 ton pelaksana sangat percaya diri yakin pasir tersebut dapat
merobohkan gedung tersebut. Hingga akhirnya mereka menargetkan 150 ton pasir.
Hitungan tersebut terasa jauh dari tepat, karena kini pelaksana pembongkaran
gedung tersebut membutuhkan 400 ton pasir.
“Biasa itu deviasi karena kan kita tidak memiliki data tentang
bangunan tersebut, tidak mungkin kita rontgen bangunan tersebut dengan kondisi
bangunan yang seperti ini,” ujarnya.
Apalagi, gedung tersebut belakangan diketahui memiliki ketahanan
dari gempa. Dia menampik kalau pihaknya telah gagal, semua hanya tinggal
menunggu waktu saja. Dari waktu yang diberikan selama 90 hari, saat ini baru
satu bulan berjalan.
“Kita optimis selesai dengan waktu 90 hari. Kita juga ingin
menjelaskan kenapa kita terkesan lambat, kenapa tidak pakai crane dua, atau
tiga. Itu karena malah menyulitkan kita kalau menggunakan crane lebih dari satu
dan membahayakan,” Pungkasnya.
Berdasarkan data gambar rencana. maka diprediksikan diperlukan beban
sampai 355 400 ton atau 2.5 ton/mz 2.8 ton/mz untuk meruntuhkan struktur.
Kekuatan ini adalah jauh lebih besar dari kekuatan umum untuk gedung perkantm.
yang hanya membutuhkan beban 1 ton/mz (setara 150 ton) untuk meruntuhkan
gedung. Kegiatan peruntuhan yang diijinkan adalah malam hari pada hari kerja
(22.00-05.00). dan sepanjang hari Sabtu sampai Minggu Pagi. agar tidak
memberikan gangguan signifikan pada masyarakaLKegiatan penmtuhan pada beban
kritis hanya boleh dilakukan pada hari Sabtu sampai Minggu pagi. mengingat
adanya peralatan sensitif getaran yang bekerja di hari kerja.

Kegiatan peruntuhan dimulai tanggal 14 Oktober 2016 Jumat malam.
Dengan kecepatan pemberian beban adalah 10 Ton/jam. maka  menjaga
keamanan. pada saat beban mencapai kapasitas beban umum 150 Ton. dilakukan
pengamanan maksimal pada lingkungan sekitar sampai tanggal 16 Oktober 2016
Minggu Pagi. Hasil pengamatan menunjukan bahwa struktur masih memiliki cadangan
kekuatan yang besar, sehingga diputuskan untuk melanjutkan pembebanan. Jadwal
pembebanan berikutnya dilakukan tiap malam dari sejak tanggal 17 Oktober 2016
Senin malam. dan diprediksikan akan mencapai beban runtuh 400 ton rencana pada
tanggal 22 Oktober 2016 Sabtu malam. Jika pun sampai beban tersebut struktur
beum runtuh. maka pembebanan akan dilanjutkan sampai dipantau adanya pergerakan
struktw yuna signifikan. Penggimaan beban kejut adalah alternatif terakhir
untuk memininaikan gangguan pada lingkungan sekitar. (Dede Richal/Tra)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH