28 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bangunan Sekolah Milyaran Rupiah Dianggap Sia sia

2 min read
Tangsel,Citranewsindonesia– Pembangunan  gedung sekolah seharga milyaran rupiah di SMPN
8 kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang saat ini
dibiarkan dan menjadi kumuh sehingga dijadikan sebagai kandang ayam, dan
kini menjadi sorotan dari komisi II DPRD Tangsel.
Salah satu Anggota DPRD dari komisi II Tarmizi mengutarakan
bangunan yang telah dibangun sekitar satu tahun lalu, dan saat ini
tidak pernah dipakai dalam proses belajar mengajar akibat bangunannya
masih banyak kerusakan sehingga dianggap tidak bagus dan terlihat sangat
rapuh. Alasan ini diketahui saat komisi II memanggil kepala dinas
pendidikan Mathoda untuk dapat menjelaskan tentang bangunan sekolah yang
tidak dipakai.
“Sehingga Mathoda sendiri yang mengeluhkan pasalnya kondisi
fisik yang rapuh. Sehingga banyak sekali menerima keluhan dari warga,
pihak sekolah dan orangtua siswa sehingga sekolah tersebut saat ini
tidak dapat  dipergunakan dulu sebelum adanya diremovasi, dikarenakan
nanti takut terjadi yang tidak diinginkan apabila sekolah rubuh dan ada
jatuh korban ,” katanya kepada awak media, Selasa (26/5/2015).
Dan bangunan ini menggunakan anggaran APBD yang dianggap
tidak sedikit sehingga adanya pemborosan dan sangat menyayangkan
bangunan yang senilai milyaran rupiah ini tidak dipergunakan sebagai
mana mestinya.”Masalah bangunan ini harus ada riwet panismen terhadap
pengusaha kontraktor yang memenangkan proyek tersebut, dinas terkait
juga harus dapat mengkoreksi betul dari kinerja para kontraktor yang
ingin mendapatkan keuntungan banyak,” ungkapnya.
Pria berkacamata ini menegaskan sebagai anggota dari komisi
II, akan segera mendesak ketua komisi untuk dapat secepatnya melihat
langsung ke lokasi dan segera memanggil dinas terkait untuk dapat
menjelaskan dan mempertanggung jawabkan dari proses pembangunan sekolah
sehingga menjadi tidak terurus.”dan intinya, kontraktor yang mrngerjakan
sekolah ini harus diberikan sanksi berupa black list dan harus mampu
mempertanggung jawabkan dari hasil pekerjaan sekolah tersebur,”
tandasnya. (Red/DD)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification