15 Agustus 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bunga Kering Bentuk Kerajinan Tangan

2 min read
Bireun, Citra Indonesianews – Banyak ragam yang bisa di jadikan sebagai hobi
bagi setiap orang. Salh satunya adalah bentuk kerajinan tangan yang di lakukan
oleh salah seorang warga di Desa Kulu Kuta Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireun
yang membuat bunga kering mekar. Rabu (22/4).
Dari liputan Citra Indonesianews, jenis kerajinan tangan biasanya banyak di
hasilkan dari tangan kreafif seorang perempuan. Jenis kerajinan yang telah di
buat yaitu berupa bunga hias. 
Dalam tekhnik pembuatannya pun perempuan di desa
tersebut sudah terbukti kehebatannya, itu sebabkan karena mereka memiliki
kemampuan dan rasa seni tinggi serta di dukung oleh ketelatenan dan ketekunan
mereka. Bahkan mereka juga menjadikan kerajinan ini sebagai bisnis kerajinan
tangan dalam mengubah perekonomian menjadi lebih baik, terutama bagi kaum
perempuan.
Oleh karena itu, kerajinan bunga mekar ini sudah di tekuni oleh ibu Cut
Mardiana selama 15 tahun lamanya hingga sekarang ini. Dari karyanya banyak yang
sudah di hasilkan kerajinan tangan ibu Cut begitu panggilannya, baik yang terbuat
dari bahan-bahan kering seperti daun 
Bayeuk yang merupakan tumbuhan yang tumbuh
di pepohonan kelopak buah kelapa sudah kering, dan gambas kering, pinus, buah
kelapa, Geulumpang, Mahoni, Batang Bambu, Biji Pinang, Kulit Pinang Kering,
Pelepah Pinang serta Kelapa kecil kering.
Dari Liputan Citra Indonesianews, ibu Cut mampu menghasilkan karyanya yang
sangat mirip dengan bunga Teratai  yang
terbuat dari buah Mahoni . Bahkan dari bunga kelopak kering juga bisa
dihasilkan menjadi bentuk bunga Mawar hingga berbagai macam jenis karya tangan
hasil lainnya.
Sedangkan untuk harganya sendiri ibu Cut Mardiana menjual hasil karyanya
dengan harga yang berfariasi dan terjangkau sesuai jenis karya seni  seperti bunga kering yang di tusukkan di atas
buah kelapa kering  dan dari berbagai
jenis bahan ini per paket di jual seharga Rp 35.000. Namun untuk jenis bunga
yang berada dalam vas di jual secara terpisah, dalam 1 batang di jula Rp 5.000
sampai dengan Rp 15.000 menurut jenisnya. Akan tetapi untuk 1 vas tersebut bisa
mencapai harga hingga Rp 300.000 sampai Rp 450.000 per vas.
Untuk itu, ibu Cut Mardiana di banjiri pemesanan bunga oleh warga dan
langganan tetap di sekitar Kabupaten Bireun saat menjelang lebaran. Pemesanan
tersebut sudah ada mulai dari 3 bulan sebelum mekar untuk memenuhi permintaan
pelanggan, jika pada hari biasa dalam 1 bulan hanya ada 2 hingga 3 pesanan saja
yang terjual dan terkadang di sisi lain anak-anak kuliah di wilayah kabupaten
setempat juga ikut berdatangan mengunjungi rumah ibu Cut sekaligus belajar
bagaimana cara membuat dan merangkai bunga kering tersebut.(Tu2t).
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH