Cegah Bentrok Saat Penertiban PKL, Kasipem Kramat Jati Tekankan Pendekatan Humanis

JAKARTA TIMUR – Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Kramat Jati, Sihar, menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL). Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gesekan antara petugas dan pedagang saat penertiban di lapangan.

Pesan tersebut disampaikan Sihar saat mewakili Camat Kramat Jati, Kamal, dalam apel bersama yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan (Dishub) di halaman Kantor Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA :  MPLS Ramah SMPN 13 Tangsel Bekali Siswa Mitigasi Bencana dan Disiplin

Dalam arahannya, Sihar mengingatkan jajaran Satpol PP di tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Kramat Jati agar meningkatkan kewaspadaan ketika menjalankan tugas penertiban PKL.

Menurutnya, penertiban harus dilakukan dengan mengedepankan komunikasi yang baik serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik antara petugas dan pedagang.

“Penanganan PKL harus dilaksanakan secara persuasif dan humanis agar tidak terjadi bentrokan antara petugas Satpol PP dan pedagang di lapangan,” ujar Sihar.

Ia juga mengimbau seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan di lapangan, termasuk Satpol PP, TNI, Polri, dan Dishub, untuk tetap waspada serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

BACA JUGA :  Dewan dan Pemkot di Lecehkan Pengelola Parkir

Koordinasi antarpersonel dinilai penting agar pelaksanaan penertiban berjalan tertib dan kondusif, tanpa menimbulkan konflik yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Melalui apel bersama tersebut, jajaran petugas diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan menjaga ketertiban wilayah Kecamatan Kramat Jati.

(Horison P/Citranewsindonesia.com)

Facebook Comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses