TANGSEL ||citranewsindonesia.com — Festival Kampung Dekor digelar di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (13/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Pondok Kacang Raya No. 67 tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi kreativitas warga sekaligus mendorong Kampung Dekor menjadi salah satu ikon Kota Tangsel.
Festival ini melibatkan sekitar 15 pengusaha atau pelaku usaha dekorasi yang berasal dari wilayah Pondok Kacang Timur. Beragam konsep dekorasi ditampilkan dengan mengangkat nuansa budaya daerah, mulai dari Bali, Aceh, Betawi hingga berbagai konsep Nusantara lainnya.
Lurah Pondok Kacang Timur, H. Murtado, S.E., mengatakan Festival Kampung Dekor merupakan bagian dari upaya mengembangkan potensi masyarakat sekaligus memperkenalkan kreativitas warga Pondok Kacang Timur ke tingkat yang lebih luas.
Menurut Murtado, perkembangan usaha dekorasi di wilayahnya bahkan telah memiliki jangkauan hingga internasional. Ia berharap keberadaan Kampung Dekor dapat terus dikembangkan sehingga menjadi daya tarik dan ikon baru bagi Kota Tangerang Selatan.
“Beberapa desain yang ditampilkan mengangkat nuansa Bali, Aceh, Nusantara, Betawi dan lainnya. Tujuannya untuk mengenalkan sekaligus mengembangkan potensi ini agar bisa menjadi ikon Kota Tangerang Selatan,” ujar Murtado.
Festival Kampung Dekor tidak hanya menampilkan kreativitas para pelaku dekorasi. Panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan masyarakat sebagai rangkaian acara.
Pada pagi hari, digelar lomba senam yang diikuti perwakilan dari 15 Rukun Warga (RW) di Kelurahan Pondok Kacang Timur. Selain itu, terdapat lomba dekorasi yang menjadi kegiatan utama festival.
Sementara pada malam hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui tabligh akbar sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Murtado mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.
“Selain dekorasi, pagi hari kami rangkai dengan lomba senam tingkat RW. Kemudian malam hari ditutup dengan Maulid Nabi dan penyerahan hadiah dari kelurahan sebagai motivasi dan penyemangat,” katanya.
Ia mengungkapkan, persiapan festival kali ini relatif singkat, yakni sekitar satu pekan. Kondisi tersebut membuat sejumlah peserta yang sebelumnya direncanakan ikut serta akhirnya mengundurkan diri.
Festival Kampung Dekor juga mendapat dukungan dari sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat sekitar.
Sejumlah produk dan kuliner lokal turut hadir, di antaranya kerak telor, dodol Satibi, Mama Matcha, Cimory, Etawa, Teh Poci, Nuansa Crepes dan Cemilan Que.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi Kampung Dekor sebagai salah satu daya tarik berbasis kreativitas dan budaya masyarakat di Tangerang Selatan.
Murtado menjelaskan, Kampung Dekor Pondok Kacang Timur merupakan salah satu potensi yang diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ke depan, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan bersama sehingga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata.
“Festival dekor ini diadakan karena Pondok Kacang Timur merupakan Kampung Dekor di tingkat Kota Tangerang Selatan. Ini juga merupakan usulan Musrenbang yang nantinya diharapkan dapat dikembangkan agar semakin maju,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pariwisata turut mendorong agar Kampung Dekor dapat menjadi bagian dari pengembangan budaya dan ekonomi kreatif Kota Tangerang Selatan.
Konsep dekorasi yang memadukan berbagai unsur budaya dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri. Selain lomba dekorasi, keterlibatan pengusaha, hotel, UMKM dan masyarakat juga diharapkan mampu memperluas jejaring serta membuka peluang ekonomi baru.
Koordinator Dekor, Adi, mengatakan festival tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Ia menilai kualitas dan kesiapan peserta kali ini semakin baik dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Ini yang kedua kalinya. Peserta dekor kali ini lebih layak dan mudah-mudahan ke depan akan semakin banyak tim yang ikut mengelola,” ujar Adi.
Ia berharap Kampung Dekor Pondok Kacang Timur dapat menjadi pusat perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Bahkan, ke depan kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu pusat dekorasi yang dikenal lebih luas.
Adi juga mengapresiasi respons dan dukungan Kelurahan Pondok Kacang Timur terhadap pengembangan Kampung Dekor. Menurutnya, dukungan pemerintah wilayah sangat penting untuk menjaga keberlanjutan promosi dan pengembangan potensi tersebut.
“Kami berharap kelurahan terus merespons dan mendukung kegiatan ini serta tetap mempromosikan Kampung Dekor agar semakin dikenal, bukan hanya di Tangsel tetapi juga di tingkat yang lebih luas,” katanya.
Festival Kampung Dekor Pondok Kacang Timur diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, dunia pariwisata dan masyarakat, Kampung Dekor diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi kreatif sekaligus salah satu ikon budaya dan ekonomi kreatif Kota Tangerang Selatan.
(Maria)

