Mahasiswa KKN UPN Veteran Jakarta Edukasi Maggot di Desa Waru

Bogor, citranewsindonesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta menggelar penyuluhan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus peluang usaha bagi masyarakat di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Program yang dipimpin Davina Elisa bersama Ijas Muhammad dan rekan-rekan mahasiswa semester tiga itu merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah berkelanjutan serta penguatan ekonomi warga melalui pemanfaatan limbah organik.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menggandeng Pemerintah Desa Waru dan pelaku UMKM Perumahan Kierana Indah Residence 2 untuk mengenalkan cara mengubah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi menggunakan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.

Penyuluhan berlangsung di Desa Waru dan dihadiri Kepala Desa Waru Muhidin, S.Pd., Sekretaris Paguyuban Kierana Indah Residence 2 Hera, Divisi Olahraga Ummais, Divisi UMKM Ade, serta puluhan warga yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Davina Elisa menjelaskan, maggot mampu mengolah sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan melalui proses biokonversi. Metode tersebut dinilai efektif mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

BACA JUGA :  Wakapolsek Ciptim Tinjau Vaksinasi Presisi Kelurahan Serua Indah

Selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan, budidaya maggot juga memiliki potensi ekonomi. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak yang kaya protein, sedangkan sisa hasil penguraiannya atau kasgot dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Sebagai bagian dari inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat, mahasiswa KKN UPN Veteran Jakarta juga menghadirkan MaggotPod, sebuah perangkat budidaya maggot yang dirancang lebih praktis dan efisien. Alat tersebut mengintegrasikan proses penetasan telur, pemeliharaan larva hingga panen dalam satu sistem sehingga memudahkan masyarakat memulai usaha budidaya maggot, termasuk dalam skala rumah tangga.

Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa juga mengajak peserta mempraktikkan langsung cara penggunaan MaggotPod. Warga diberi kesempatan memberi pakan kepada maggot, memahami pengelolaan media budidaya, hingga mempelajari proses panen. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi dan demonstrasi berlangsung.

Kepala Desa Waru, Muhidin, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UPN Veteran Jakarta yang dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan sampah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Menurutnya, edukasi seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Tokoh dan Pimpinan Organisasi Gerejawi Jawa Barat Bersatu Dukung Penuh Pdt. Sugiat, M.Th Jadi Pembimas Kristen

Sementara itu, Davina Elisa berharap program yang telah diperkenalkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.

“Harapan kami, budidaya maggot dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan warga melalui konsep ekonomi sirkular,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, perwakilan Karang Taruna Desa Waru turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPN Veteran Jakarta tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik, tetapi juga mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan yang produktif. Dengan memanfaatkan maggot sebagai teknologi sederhana namun bernilai tinggi, masyarakat diharapkan mampu mengurangi sampah rumah tangga, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Dina

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *