PWI Kota Tangerang Gaungkan Literasi Media dan Profesionalisme Wartawan di Hardiknas 2026

KOTA TANGERANG || citranewsindonesia.com – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bersama Dinas Pendidikan Kota Tangerang menggelar seminar bertema “Peran Organisasi Pers dalam Menghadapi Wartawan Tidak Profesional serta Membangun Literasi Media yang Sehat”, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, itu diikuti para kepala sekolah, guru, insan pers hingga tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan pendidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, Asisten Daerah II Ruta Ireng Wicaksana, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam, Kepala Dinas Pendidikan Wahyudi Iskandar, Sekretaris Dinas Pendidikan Dwiana Langlang Nugraha, Sekretaris Dinas Kominfo Nurhidsyutulloh, serta Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra.

BACA JUGA :  Aktivis Sesalkan Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dilimpahkan ke Puspom TNI

Seminar menghadirkan anggota Dewan Pers Rustam Fachri Mandayun dan Muhammad Hopip sebagai narasumber yang membahas profesionalisme wartawan serta pentingnya literasi media di tengah derasnya arus informasi digital.

Ketua PWI Kota Tangerang R Herwanto mengatakan, organisasi pers memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga kualitas jurnalistik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi yang benar dan terpercaya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat harus semakin bijak dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun hoaks yang beredar di media sosial.

“Melalui seminar ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, tentang pentingnya literasi media dan peran organisasi pers dalam menjaga profesionalisme wartawan,” kata Herwanto.

BACA JUGA :  Puluhan Pelaku UKM Tangsel Turut Penuhi Stand di Pagelaran TGIF-WTA

Ia menegaskan, wartawan profesional wajib bekerja sesuai kode etik jurnalistik dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan dan tanggung jawab sosial kepada publik.

Selain membahas tantangan dunia pers di era digital, seminar juga mengupas pentingnya verifikasi informasi serta upaya membangun budaya literasi media yang sehat di lingkungan pendidikan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam menciptakan masyarakat yang kritis, cerdas serta bijak dalam menggunakan dan menyebarkan informasi.

#Iwan H

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *