KABUPATEN TANGERANG || citranewsindonesia.com – Warga Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, melaporkan dugaan tindakan tidak beretika yang melibatkan oknum pejabat Pemerintah Kota Tangerang. Laporan tersebut disampaikan oleh Ketua RW 06 bersama Jaro setempat, berdasarkan pengaduan warga bernama Amirrudin serta masukan tokoh masyarakat.
Seorang pria berinisial B.W. yang diduga menjabat sebagai Lurah Petir, bersama istrinya N.H. yang disebut sebagai Kasubag TU di Puskesmas Batusari, diduga melakukan tindakan arogan terhadap warga.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah lapak barang bekas di wilayah Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang.
Korban dalam kejadian ini adalah Amirrudin, warga yang saat itu hanya berkunjung ke lokasi. Selain itu, ada Eva, karyawan lapak, serta Rudy sebagai penyewa lahan milik pihak yang diduga oknum pejabat tersebut.
Awalnya, Amirrudin sedang duduk santai sambil ngopi di lapak tersebut. Sekitar 30 menit kemudian, B.W. bersama istrinya dan sekitar lima orang lainnya datang dan diduga langsung marah-marah. Dalam kejadian itu, mereka disebut melempar kursi dan tas milik Amirrudin hingga isinya berserakan.
Padahal, Amirrudin tidak mengetahui adanya persoalan antara pemilik lahan dan penyewa karena hanya sebagai tamu di lokasi.
Keributan itu sempat menarik perhatian warga dan aparat lingkungan. Namun, saat itu situasi dianggap sebagai konflik biasa antara pemilik lahan dan penyewa hingga sempat dicapai kesepakatan sementara.
Setelah kejadian, Amirrudin melaporkan secara lengkap insiden tersebut kepada pengurus wilayah, disertai bukti video. Hal ini memicu reaksi warga yang menilai tindakan tersebut tidak pantas, terlebih jika dilakukan oleh pejabat publik.
Warga juga mengungkap informasi bahwa sebelumnya oknum tersebut diduga pernah mengancam akan membakar lokasi dan membawa orang dari luar.
Warga menilai sikap tersebut mencerminkan tindakan arogan dan tidak sesuai dengan etika aparatur sipil negara (ASN). Hingga laporan dibuat, belum ada permintaan maaf dari pihak yang diduga terlibat.
“Kami berharap setiap persoalan diselesaikan secara baik dengan melibatkan RT/RW, bukan dengan emosi atau membawa massa,” ujar perwakilan warga.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga yang juga mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Tangerang, termasuk Lurah Petir dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, mengingat dugaan keterlibatan pejabat di lingkungan tersebut. Warga berharap ada klarifikasi dan tindak lanjut resmi atas laporan yang telah disampaikan.
Warga Curug Sangereng menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan saling menghormati di lingkungan masyarakat.
“Jabatan adalah amanah. Masyarakat kecil juga harus dihormati, jangan sampai ada lagi kejadian serupa,” tutup pernyataan warga. red

