Reuni 30 Tahun Alumni SMPN 66 Jakarta Angkatan 1996, Rajut Kembali Silaturahmi dan Peduli Almamater

JAKARTA SELATAN|Citranewsindonesia.com – Tiga dekade berlalu, kenangan masa sekolah ternyata tetap melekat. Hal itu terlihat dalam Reuni 30 Tahun Alumni SMPN 66 Jakarta Angkatan 1996 yang digelar di halaman SMP Negeri 66 Jakarta, Jalan Masjid An-Nur, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema “Merajut Kenangan, Mempererat Silaturahmi, Berbagi untuk Almamater”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali bertemu setelah 30 tahun berpisah sekaligus memperkuat hubungan antarsesama alumni dan almamater.

Sekitar 80 alumni hadir dalam kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar secara khusus dalam rangka memperingati 30 tahun kelulusan angkatan 1996.

Acara turut dihadiri Kepala SMPN 66 Jakarta Meisyafora, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Siti Rohmah, S.Ag., guru purnabakti Hj. Tri Ariani dan H. Suroto, artis Rahma, S.I.Kom., Ketua Panitia Agustian, perwakilan OSIS Putri Citra Kamilah dan Antoni Kiyan, seksi acara Yusuf, jajaran panitia, serta para alumni angkatan 1996.

Persiapan reuni dilakukan selama sekitar tiga bulan. Ide awal kegiatan dicetuskan Rahadi dari seksi perlengkapan bersama Agustian yang kemudian dipercaya sebagai ketua panitia.

Agustian mengatakan, reuni tersebut menjadi kesempatan bagi para alumni untuk kembali menyambung silaturahmi yang sempat terputus selama puluhan tahun.

“Ini merupakan kegiatan reuni pertama kali. Kami ingin menjalin kembali silaturahmi yang sudah terputus selama 30 tahun,” ujar Agustian.

Rangkaian acara diisi dengan sambutan, pemutaran video kenangan semasa SMP, video “Jalinan Kasih Angkatan 96”, doa bersama untuk guru dan teman-teman yang telah meninggal dunia, pemberian tanda kasih, foto bersama per kelas, makan siang, games, hingga pembagian doorprize.

Para alumni juga mendapatkan sejumlah cenderamata sebagai tanda kenang-kenangan, seperti kaos, pin, dan mug.

Rahadi menuturkan, seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara gotong royong dan mendapat dukungan dari para alumni angkatan 1996.

“Semua persiapan ini murni dibantu dari teman-teman angkatan 96,” katanya.

Reuni Jadi Wadah Saling Membantu

Lebih dari sekadar bernostalgia, reuni tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya wadah komunikasi alumni yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Walikota Airin Resmikan Gedung Serba Guna RW 07 Arinda

Sari selaku pembawa acara mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta. Menurutnya, reuni diharapkan tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan bernostalgia.

“Harapan saya bukan sekadar kumpul, tetapi ini juga menjadi wadah teman-teman untuk sharing, seperti jualan maupun donasi. Misalnya ada teman kita yang terkena bencana, kita bisa memberikan donasi,” ujarnya.

Semangat saling membantu juga disampaikan Yusuf yang menangani sistem IT kegiatan. Ia berharap hubungan ant alumni terus terjaga setelah acara reuni selesai.

Menurut Yusuf, keberadaan wadah alumni dapat menjadi sarana untuk membantu teman-teman yang membutuhkan sekaligus mengembangkan usaha milik alumni.

“Berharap reuni ini tidak stop sampai di sini. Kita follow up teman-teman karena tidak semua alumni mempunyai kondisi ekonomi yang mampu. Dengan adanya reuni ke-30 ini, kita bisa saling membantu. Apa yang bisa kita bantu, kita lakukan,” kata Yusuf.

Ia juga mendorong agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dimiliki alumni dapat saling mendukung.

“Alumni yang punya UMKM, misalnya catering, bisa diperuntukkan dari alumni untuk alumni agar terjalin silaturahmi yang kuat,” imbuhnya.

Panitia juga menyiapkan fasilitas siaran langsung untuk alumni yang tidak dapat hadir secara langsung di sekolah.

Melalui layanan siaran.reunialumnismp66.my.id, alumni yang berada di luar daerah tetap dapat mengikuti jalannya kegiatan.

Yusuf menjelaskan, sistem tersebut disiapkan agar seluruh alumni dapat terdata dengan baik. Prosesnya dimulai dari pendaftaran dan pembayaran sebelum masuk tahap pengerjaan kebutuhan kegiatan.

Peralatan untuk mendukung siaran langsung juga mendapat dukungan dari pihak sekolah.

Kepala SMPN 66 Jakarta Meisyafora, M.Pd., menyambut positif digelarnya reuni 30 tahun tersebut.

Ia mengaku senang karena para alumni masih mengingat sekolah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

“Dengan Allah SWT kita bisa bertemu dan semoga berkesan bagi para alumni kepada SMPN 66 dan bersama-sama mendapatkan syafaat-Nya,” ujar Meisyafora.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang kembali masa lalu, termasuk guru, teman-teman, serta lingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Pimpin Upacara Harkitnas Pj Bupati Tangerang Ajak Jadi Peran Utama Di Era Kemajuan Teknologi

“Kami sangat senang karena masih mengingat SMPN 66. Kita bisa mengenang masa lalu terhadap guru-guru, teman-teman, dan lingkungan,” tuturnya.

Meisyafora juga menyampaikan perkembangan prestasi SMPN 66 Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut sekolah tersebut terus menunjukkan capaian yang membanggakan berkat kekompakan para guru.

“Sekadar info, lima tahun ini kita sudah terlihat prestasinya. Untuk TK A peringkat nomor dua di Kebayoran Lama dan nomor 11 di Jakarta Selatan. Ini merupakan cerminan guru-guru yang solid,” katanya.

Ia menambahkan, kebahagiaan seorang guru salah satunya dapat dirasakan ketika melihat proses anak-anak berkembang menjadi lebih baik.

“Kami ingin SMPN 66 menjadi nyaman,” ujarnya.

Meisyafora berharap kegiatan tersebut menjadi awal terbentuknya ikatan keluarga alumni (IKA) SMPN 66 Jakarta yang lebih kuat.

“Saya berharap alumni ini menjadi kuat dan IKA ke depannya bisa terbentuk. Ikatan silaturahmi diperkuat dan bisa mempunyai dampak positif bagi SMPN 66,” katanya.

Agustian berharap reuni tidak berhenti pada pertemuan 30 tahun kelulusan. Ia membuka peluang agar kegiatan serupa kembali digelar pada momentum 35 tahun kelulusan.

Selain itu, panitia juga merencanakan kegiatan lanjutan berupa ramah tamah untuk menjaga komunikasi dan kedekatan ant alumni.

Sementara itu, Rahma, S.I.Kom., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, berharap semakin banyak alumni yang dapat hadir dalam pertemuan berikutnya.

Ia juga berharap seluruh alumni diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga dapat kembali bertemu serta melanjutkan silaturahmi yang telah terjalin.

Reuni 30 tahun Alumni SMPN 66 Jakarta Angkatan 1996 akhirnya bukan hanya menjadi ruang untuk membuka kembali album kenangan masa SMP. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun kembali jejaring persahabatan, berbagi manfaat, mendukung usaha sesama alumni, serta memberikan kontribusi positif bagi almamater.

(Maria)

 

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *