TANGERANG SELATAN || citranewsindonesia.com – Perkumpulan Lembaga Pedagang dan Petani Bunga Indonesia (PLPPBI) tengah menyiapkan program pengembangan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pasar Gintung, Jalan Ir. H. Juanda No. 3A, Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Program tersebut menjadi langkah awal organisasi dalam memperkuat jaringan pemasaran produk pedagang dan petani di berbagai daerah.
Wahyudi Hartono yang dipersiapkan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PLPPBI mengatakan, meski pelantikan resmi belum dilaksanakan, pihaknya telah menyusun sejumlah program strategis untuk mendukung kemajuan Pasar Gintung sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemasaran produk lokal.
Menurut Wahyudi, struktur kepengurusan organisasi telah dibentuk oleh Ketua Umum dan peluncuran resmi kepengurusan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Ia menjelaskan, PLPPBI saat ini telah memiliki jaringan anggota di sejumlah wilayah, di antaranya Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Bogor, Kabupaten Garut, Cianjur, Sukabumi, serta beberapa daerah lain di Pulau Jawa.
Persiapan program tersebut telah dilakukan sejak sekitar tiga bulan terakhir. Salah satu agenda utama yang akan segera direalisasikan adalah pembentukan pusat oleh-oleh dan sentra perdagangan UMKM di Pasar Gintung yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Wahyudi menuturkan, organisasi yang dibentuknya memiliki visi menciptakan ruang usaha yang lebih layak bagi para pedagang, sehingga mereka tidak lagi berjualan di trotoar atau lokasi yang tidak memiliki izin. Selain itu, PLPPBI juga ingin membantu pelaku UMKM memperluas akses pasar dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Tujuan kami adalah menghadirkan tempat usaha yang lebih layak bagi pedagang sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Wahyudi.
Ia menambahkan, pengembangan organisasi tidak hanya berfokus pada perdagangan bunga, tetapi juga akan merambah sektor pertanian, seperti komoditas palawija, hasil perkebunan, hingga pangan yang berasal dari berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat.
Melalui konsep tersebut, hasil panen petani akan dipasarkan melalui jaringan anggota PLPPBI di kawasan perkotaan. Organisasi juga akan berperan dalam membantu promosi dan pemasaran produk sehingga memiliki peluang menembus pasar nasional bahkan ekspor.
“Kami ingin membangun kerja sama antara petani dan pedagang. Produk dari daerah akan dipasarkan oleh anggota kami di kota sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Ke depan kami juga berharap mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan agar upaya meningkatkan ekonomi pelaku UMKM dapat berjalan maksimal,” jelasnya.
Wahyudi berharap PLPPBI mampu menjadi organisasi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor perdagangan dan pertanian, khususnya komoditas bunga dan hasil pertanian lainnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Maria

