Baznas RI dan Kementerian Gelar “Kurban Berkah Berdayakan Desa” di Kampung IWAPI Tangsel

TANGERANG SELATAN || citranewsindonesia.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama sejumlah kementerian menggelar kegiatan bertajuk “Kurban Berkah Berdayakan Desa” di Kampung Lapak IWAPI, Jalan Sarmili-Ceger, Jurangmangu Timur, Kota Tangerang Selatan, Kamis (27/9/2026).

Program kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat prasejahtera melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Dalam kegiatan itu, Baznas RI memfasilitasi bantuan hewan kurban berupa dua ekor sapi dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta tambahan hewan kurban dari sejumlah kementerian.

Kampung Lapak IWAPI yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Warga diketahui tinggal di puluhan lapak dan sebagian besar masuk kategori keluarga prasejahtera.

Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi, Wakil Ketua Baznas RI, Danramil, Lurah Jurangmangu Timur Ahmad Gozali, Sekretaris Camat Jurangmangu Timur, Kabid Baznas Tangsel Supriyadi, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemendagri Dian Andi Permana, serta Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CiGS dari Badan Pengembangan Koperasi Desa Tertinggal dan Transmigrasi.

Turut hadir pula Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yudha Gandha Putra, para alim ulama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.

BACA JUGA :  Lewat Kampung Moderasi Beragama di Tangsel, Pilar Berpesan Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan kementerian, di antaranya Bappenas, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi RI, Kementerian Sosial RI, BKKBN, hingga Juru Sembelih Halal (Juleha) Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Dr. Mulyadin Malik menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum membangun kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menurutnya, nilai kurban sangat relevan dengan pembangunan desa di Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 75 ribu desa.

“Ketakwaan bukan hanya ritual, tetapi bagaimana kita rela berbagi kepada sesama. Kurban juga menjadi bagian dari penguatan gizi masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan pemersatu sosial,” ujar Mulyadin Malik.

Ia menilai Program Kurban Berkah Berdayakan Desa merupakan langkah strategis karena masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengelolaan, penyembelihan, hingga distribusi hewan kurban.

“Desa berdaya adalah desa yang mandiri, bukan desa yang terus bergantung,” katanya.

Mulyadin juga berharap sinergi antara Baznas RI dan kementerian dapat diperluas hingga menjangkau desa tertinggal di berbagai wilayah Indonesia agar manfaat kurban semakin merata.

BACA JUGA :  Peringati Sumpah Pemuda, PDI Perjuangan Gelar Turnamen Billiard

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Yudha Gandha Putra, mengatakan program bantuan hewan kurban dari pemerintah memiliki dampak positif terhadap penguatan nutrisi masyarakat dan penurunan angka stunting.

“Kegiatan ini diharapkan terus berkelanjutan sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan generasi emas Indonesia,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Lurah Jurangmangu Timur Ahmad Gozali menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat tersebut.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar warga Kampung IWAPI semakin mandiri secara ekonomi dan sosial.

“Kami bersama kelurahan, dinas sosial, dan puskesmas akan terus membantu warga. Karena yang utama adalah nilai kemanusiaan dan bagaimana kita memanusiakan sesama,” tutur Ahmad Gozali.

Melalui kegiatan ini, Baznas RI bersama kementerian ingin mendorong lahirnya desa-desa mandiri yang mampu tumbuh melalui kolaborasi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

#Maria

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *