10 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Stunting Part 3 : Udara Mengakibatkan Stunting

5 min read

Tangsel | citranewsindonesia,com — Dampaknya dari sampah yang menumpuk akan kita rasakan pada saat musim hujan tiba, tanah tidak bisa menyerap air dengan baik dan akhirnya terjadilah pengikisan tanah yang tidak sanggup menahan tekanan air dan lalu menguap mencari daratan, sehingga pada akhirnya menyebabkan banjir.

Pembuangan sampah yang dilakukan menyebabkan pencemaran terhadap air, maka mengakibatkan terhambatnya proses air tanah. Tak hanya membawa dampak buruk bagi lingkungan, polusi sampah dan lingkungan yang kotor juga dapat membawa dampak buruk pada manusia.

Begitupun dampak dari sampah yang langsung dibakar. Sampah yang dibakar dipekarangan rumah memang lebih praktis, tetapi terbayangkah apabila dalam jangka waktu panjang cara seperti ini akan merugikan individu berbagai pihak. Maka terjadilah lingkungan yang telah tercemar oleh polusi yang dihasilkan oleh pembakaran sampah tersebut. Pengaruh buruk yang diakibatkan asap dari pembakaran sampah berujung pada gangguan pernafasan.

Tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan masih tergolong rendah. Meskipun mereka telah berhasil menjaga kebersihan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga, tak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan dalam lingkungan masyarakat. Patut kita pahami betapa pentingnya menjaga kebersihan. Udara yang tercemar meracuni jutaan anak dan menghancurkan hidup mereka. Setiap anak harus dapat menghirup udara bersih, sehingga mereka dapat tumbuh dan mencapai potensi penuh untuk masa depan mereka.

Pengetahuan inilah yang harus dipahami oleh kita semua. Bahwa begitu sangat berpengaruh sekali bahaya sampah untuk pertumbuhan kembang bagi si buah hati. Lalu apa hubungannya dengan permasalahan tumbuh kembang anak atau yang lebih dikenal yaitu Stunting. Dari tulisan sebelumnya, penulis sudah menjelaskan air, air tanah yang mengakibatkan Stunting. Kali ini penulis akan membahas udara yang mengakibatkan Stunting pada anak.

Tujuan penulis menyampaikan masalah ini untuk mengajak seluruh masyarakat harus peduli akan lingkungan. Salah satu alasan penting mengapa anak sangat rentan terhadap efek polusi udara adalah bahwa mereka bernapas lebih sering, sampai 50 kali per menit daripada orang dewasa yang hanya 30 kali per menit, dan menyerap lebih banyak polutan. Apa itu Polutan? Polutan atau bahan pencemaran adalah bahan/benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sampah.

Selain itu, mereka juga hidup lebih dekat ke tanah, di mana beberapa polutan mencapai konsentrasi puncak di permukaan tanah, justru pada saat otak dan tubuh mereka sedang berkembang. Dan juga berpengaruh pada sistem pernapasan. Organ paru-paru merupakan salah satu bagian penting dalam sistem pernapasan manusia. Sistem pernapasan manusia memiliki fungsi utama untuk melakukan pertukaran gas yang ada di dalam tubuh.

BACA JUGA :   Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Lantik 160 Pejabat Eselon 3

Pertukaran gas terjadi antara gas oksigen yang dihirup dengan gas sisa yaitu karbondioksida dari dalam tubuh untuk dihembuskan keluar. Pembakaran sampah juga dapat menghasilkan gas rumah kaca dan dihasilkan cukup lebih tinggi dibandingkan emisi gas lainnya. Akibat sampah yang mencemari lingkungan sangat mempengaruhi otak, paru-paru dan tumbuh kembang anak. Stunting pada anak bukan hanya berpengaruh pada tubuhnya saja melainkan pada otak serta paru-paru.

Diketahui bahwa setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan yang namanya oksigen untuk tetap bertahan hidup. Oksigen dapat masuk dalam tubuh ketika seseorang menghirup gas disekitarnya. Begitu oksigen berada di paru-paru, oksigen akan dipindahkan ke aliran darah dan dibawa ke seluruh tubuh. Setiap sel dalam tubuh, oksigen akan ditukar dengan gas buangan yang disebut karbondioksida. Karbondioksida akan dikeluarkan dengan cara dihembuskan keluar oleh hidung. Paru-paru dan sistem pernapasan akan bekerja secara otomatis untuk melakukan proses pertukaran gas tersebut.

Bayi baru lahir dan anak juga lebih rentan terhadap polusi udara rumah tangga, khususnya yang menggunakan bahan bakar dan teknologi pencemar untuk memasak, pemanasan ruang dan pencahayaan kamar. Polusi udara mampu mengerdilkan otak anak (stunting our children’s brains) dan mempengaruhi kesehatan mereka dengan cara yang lebih ganas dari yang kita duga.

Namun demikian, sebenarnya ada banyak cara langsung untuk mengurangi emisi polutan berbahaya. Dampak polusi udara di dunia makin mengerikan. Setiap hari sekitar 93 persen anak di dunia, yaitu 1,8 miliar anak menghirup udara yang sangat tercemar, sehingga menempatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan mereka pada risiko yang serius.

Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup. Udara sendiri mengandung senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen. Sementara itu, pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara.

BACA JUGA :   Walikota Airin “Nyate” Bersama 1000 Anak Yatim

 

Masuknya polutan ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan factor manusia. Faktor alam tidak dapat kita cegah untuk menjaga keseimbangan udara. Namun factor lain atau manusia inilah yang dapat kita cegah, dengan cara memilah sampah organik dan anorganik. Ini salah satu bagian pengurangan sampah yang tertumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah menggunung. Bayangkan, jika di lingkungan kita berdiri dengan sombongnya Gunung Sampah. Gambaran yang sangat menakutkan untuk kita yang hidup dan tinggal dalam lingkungan kurang sehat.

Polusi udara adalah partikulat debu yang melayang yaitu campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik di udara dengan diameter yang sangat kecil. Polusi udara adalah salah satu dari ancaman utama terhadap kesehatan anak, terhitung hampir satu dari sepuluh kematian pada anak balita. Mengurangi polusi udara untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan anak.

Pengelolaan sampah yang lebih baik, dapat mengurangi jumlah limbah yang dibakar di dalam masyarakat dan dengan demikian mengurangi polusi udara. Jika kita peduli terhadap lingkungan dan kesehatan Anak , disamping kita harus tahu mengenai dampak-dampak buruk tersebut. Dampak yang diakibatkan sampah menjadi ancaman untuk kita dan generasi penerus ke depannya nanti. Pengelolaan sampah yang baik tak diragukan lagi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan lingkungan, mengingat pengelolaan sampah yang buruk akan berakibat pada kotornya lingkungan serta polusi sampah yang tentu saja membawa banyak dampak buruk bagi makhluk hidup maupun lingkungan.

Saya ingin berjanji pada kalian, pembaca. Dan saya tidak tahu apa bisa menepatinya besok atau bahkan sehari setelahnya. Tapi saya ingin memperingatkan, bahwa Sampah sangatlah berpengaruh pada pertumbuhan anak. Tanpa kita sadari dengan lingkungan yang tidak sehat mengakibatkan Stunting pada anak. Saya tidak benar-benar mengetahui, apa ketertarikan kalian yang paling dalam tentang “Lingkungan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.” Saya hanya mencoba dan berbicara dengan pembaca saya. Itu janji saya. Dan ini akan menjadi suara yang terbuat dari tinta kepedulian saya terhadap lingkungan.

Facebook Comments
Subscribe for notification