1 Oktober 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Pemkot Tangerang Selatan Gelar Festival Batik Tangsel 2018

2 min read

TANGSEL,Citranewsindonesia– Perayaan Hari Batik Nasional, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar festival Batik Tangsel, bertempat di lantai 4, Puspemkot Tangsel, Selasa (2/10).

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Judianto, dan fesyen desainer Harry Darsono.
Acara dibuka dengan tarian Gebyar Batik dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Wali Kota Tangerang Selatan.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menekankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tangsel untuk menggunakan batik Tangsel sebagai bentuk pemasaran batik yang identik dengan warna tosca dan kuning itu.

“Saya berharap seluruh opd dan seluruh jajarannya menggunakan batik khas Tangsel, “ujarnya.

Para tamu undangan banyak berasal dari produsen batik, pengusaha properti, perbankan, dan pecinta batik. Setelah memberikan sambutan, Airin yang mengenakan batik Tangsel dan Benyamin membatik didampingi Harry Darsono.

BACA JUGA :   Presiden Berpesan Agar Pers Kembali Mengingat Kesejarahan Tokoh Adinegoro

Acara dilanjutkan dengan Musical Talk Show bersama Harry Darsono.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Judianto, menjelaskan, festival batik ini sebagai rangkaian awal festival batik yang akan dilakukan jelang HUT Tangsel ke 10 pada November mendatang.

“Kita mengundang Harry Darsono, agar para pelaku pengrajin batik dan pengusaha lainnya, bisa mengambil pelajaran apa yang disampaikan fesyen desainer Harry Darsono,”katanya.

Batik merupakan kebanggaan dan identitas diri, dari kegiatan ini diharapkan batik Tangsel bisa diterima didalam maupun luar negeri, dengan hasil karyanya, memperoleh keuntungan untuk mereka.

Desainer Harry Darsono, mengatakan, dirinya sudah membuat konsep desain batik untuk Tangsel. “Neo Tangsel, ada kebaruan, sesuatu yang baru dan akan kita minta haki, yangdipajang kebanyakan pekalongan, sehingga kita harus membuat yang baru, sudah saya siapkan 10 lembar, 1 lembarnya ada belasan motif,”ungkapnya.

BACA JUGA :   PKK Tangsel Targetkan Di Tahun 2020 Jadi Juara Nasional

Warna untuk batiknya empat musim, “Saya tidak melihat motif tangsel, batik yang ada di Tangsel ini semua dari daerah lain, itu terlalu naif, sehingga perlu diperbarui dan dikembangkan,”jelasnya.

Tangsel cocoknya batik kearah perbaruan, tidak hanya persisir dan perdalaman, disini banyak suku dan bangsa. Sehingga warna yang cocok yakni semua warna dari empat musim. “Tangsel ini dinamis, harus kaya, jangan hanya satu warna saja, karena di Tangsel banyak orang asing, dan lainnya, sehingga batik ini harus berbeda, sehingga punya daya tarik sendiri,”katanya.

Humas Kominfo

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS OK TERIMAKASIH