25 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Bersertifikat Ganda Pengembang dan Warga Saling Klaim

2 min read
Tangsel,Citranewsindonesia – Perebutan lahan tanah seluas 1.360 meter persegi
antara pengembang dan pemilik yang diduga adanya pemalsuan data
sertifikat yang berlokasi Jalan Raya Pondok Aren di Rawa Gledek Rt.
03/01 Kelurahan Pondok Aren Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan
(Tangsel).
Dimana saat ini lahan tersebut saling adu kepemilikan,
dimana lahan tanah tersebut telah memiliki data yang double antar
pengembang dan warga atas nama H. Salman Alfarisi.
Saat ditemui awak media dilokasi  warga atau pemilik H.
Salman Alfarisi mengatakan bahwa lahan tanah seluas 1.360 meter persegi
ini yang sesuai dengan Akte Jual Beli (AJB) Nomor 103/2009 yang saya
beli pada tahun 2009.
Dimana setelah saya beli ternyata ada yang ingin mengajukan
untuk pembuatan sertifikat tanah ini atas nama saudara sairi. Setelah
itu timbul lah kami sertifikat setelah kita cek kebenarannya bahwa milik
saya ini adalah palsu. Sedangkan sertifikat yang atas nama sairi asli
sehingga menjual lahan tersebut kepada pengembang yaitu Bintaro.
“Sehingga dengan adanya kejadian ini kami akan terus
menempuh jalur hukum sampai benar dan siapa pemilik sebenarnya. Selain
itu dia juga menegaskan bahwa saya adalah pemilik yang sah atas lahan
tanah tersebut”, ungkapnya minggu (26/03/2017) saat diwawancarai awak
media.
Masih ditempat yang sama Isram Selaku Kuasa Hukum dari H.
Salman Alfarisi kepada awak media mengatakan saya selaku kuasa hukum
akan terus memperjuangkan hak atas client kami dan atas dasar hukum yang
kuat, dan juga sesuai dengan surat girik dan Akte Jual Beli (AJB) nomor
103/2009 yang ada dilurah yang masih atas nama H. Salman Alfarisi.
“Adanya proses pemindah tanganan tanah ini kepada
pengembang itu dilakukan dengan tidak benar dan tidak sesuai dengan
prosedur hukum, yang mana client kami mempercayakan kepada seseorang
untuk mengurus AJB menjadi sertifikat”, jelas Isram dengan tegas
Selang beberapa tahun kemudian dari hasil AJB yang di
proses tadi timbul sertifikat untuk dapat menyakinkan client kami, namun
setelah melakukan pengecekan sertifikat itu ternyata palsu. 
Dimana
untuk AJB yang diberikan kepada orang kepercayaan nya tadi itu dijual
kepada pengembang yaitu Bintaro dengan harga sebesar 500 Juta Rupiah
tanpa sepengetahuan pemilik H. Salman.
Bukan hanya itu saat dikroscek Akte Jual tersebut ternyata
dibuat sendiri oleh orang yang dipercayakan tanpa ada tanda tangan dan
sepengetahuan pemilim H. Salman. Dan langkah upaya yang kami lakukan
saat ini adalah pelaporan ke Mabes Polri terhadap orang tersebut dengan
nama inisial Daeng M.
Hari ini kami telah melakukan penguasaan fisik dengan cara
melakukan pagar tembok berlin/panel, ini merupakan wujud konsisten kami
dalam mengawal proses hukum untuk mendapatkan haknya. Pungkasnya
Sampai berita ini diturunkan dan dari pantauan dilokasi.
Terlihat 200 personil ormas dan pihak kepolisian dari mapolsek pondok
aren yang sedang berjaga-jaga. (Dede Richal)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH