28 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Presiden Jokowi: Selamat Hari Pers Nasional 2017

6 min read
HPN,CitranesIndonesia Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2017
akhirnya mencapai puncaknya.Rangkaian kegiatan menuju puncak acara sudah
dilewati oleh ribuan peserta HPN 2017 sejak hari Senin, (6/2).
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Jokowi
menghadiri langsung merayakan HPN bersama segenap insan pers tanah air
yang hadir di Lapangan Tantui, Kota Ambon, Kamis, (9/2).
Acara puncak dimulai pukul 09.00 WIB di tepi Teluk Ambon, dihadiri
juga oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Mahari, Menteri ESDM Ignasius
Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perumahan Rakyat
dan Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moloek
dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Kepala Daerah seluruh
Indonesia.
Ketua Umum PWI Pusat sekaligus Penanggung Jawab HPN 2017 mengawali
sambutannya di hadapan Presiden Jokowi dengan mengucapkan penghargaan
yang tinggi serta terima kasih kepada Presiden Jokowi yang kembali hadir
di perhelatan akbar insan pers Indonesia. Tahun lalu, Presiden Jokowi
juga menghadiri perayaan puncak HPN 2017 di Provinsi Nusa Tenggara
Barat.
“Senang sekali rasanya kalau punya acara dihadiri Presiden. Saya jadi
tahu rahasia kenapa Presiden suka mengunjungi rakyatnya ke desa-desa,
mengundang ke Istana karena memang ketemu Presiden itu senangnya minta
ampun,” kata Margiono.
Margiono pun menyarankan agar Presiden Jokowi terus melanjutkan blusukannya 
agar rakyat selalu gembira seperti segenap insan pers di HPN 2017 yang
gembira karena dapat merayakan HPN bersama-sama Presiden Jokowi.
“ Kami minta juga agar HPN ini agar jadi agenda tetap tahunan Presiden,” sambung Margiono.
Margiono kemudian dalam sambutannya melaporkan kepada Presiden
kegiatan demi kegiatan yang telah dilaksanakan di Kota Ambon sejak
tanggal 6-9 Februari 2017. Pemerintah sangat berperan banyak dalam
kegiatan-kegiatan HPN  2017, yakni beberapa kementerian seperti
Kementerian Kesehatan Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, Kementerian
PAN/RB,  dan Kementerian Perhubungan terlibat langsung memberikan
bantuan dan menyumbang program di Provinsi Maluku.
Kemudian, Margiono selaku penyelenggara HPN 2017 menyapa satu per
satu para pemilik media yang hadir di acara puncak HPN 2017 seperti
Surya Paloh, Hary Tanoesudibyo, Chairul Tanjung, Anindya Bakrie dan
James Riady.
Sementara, kata Margiono, beberapa bos media lain sayangnya tidak
dapat menghadiri acara puncak HPN 2017 seperti Jakob Oetama, Fikri
Jufri, Lukman Setiawan dan Dahlan Iskan.
Margiono melaporkan juga kepada Presiden Jokowi di dalam kegiatan
Konvensi Nasional Media Massa, Panitia HPN 2017 bersama pemerintah dan
penggiat media sosial serta tokoh lainnya telah berdiskusi tentang Hoax.
PWI Pusat telah membentuk jaringan wartawan anti hoax yang telah
disepakati juga dengan tokoh-tokoh pers serta akan dikembangkan ke
seluruh jaringan di Indonesia.
“Hoax tidak akan pernah mampu menggoyang kekuatan bangsa kita yang
besar. Hoax tumbuh sebagai dinamika tapi tetap tidak akan menganggu
kita,” kata Margiono.
Di akhir sambutannya, Margiono sempat mengajak Presiden Jokowi dan
seluruh hadirin yang hadir untuk sejenak menundukkan kepala berdoa bagi
tokoh pers yang telah wafat, termasuk salah satunya untuk mendoakan
mantan Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam yang meninggal dunia di Bumi
Para Raja-Raja saat menunaikan tugas mengawal persiapan pelaksanaan HPN
2017 di penghujung tahun lalu.
Selanjutnya giliran Gubernur Maluku Said Assagaff yang menyampaikan
apresiasinya atas kehadiran Presiden Jokowi di Kota Ambon. Melalui
perhelatan HPN 2017, Gubernur berharap kebhinekaan dan nasionalisme di
Indonesia dapat ditenun kembali untuk membangun peradaban. Gubenur juga
mengaku merasa bangga karena Maluku sudah berulang kali sukses
menyelenggarakan event bertaraf nasional dan internasinal.
Tema HPN kali ini juga menurutnya sangat pas merepresentasikan
potensi maritim yang sangat besar dimiliki oleh Maluku. HPN kali ini
bertemakan “Pers dan Rakyat Maluku Bangkit Dari Laut”.
“Semua ini karena kekuatan cinta dan kerinduan seluruh yang hadir
kepada Maluku. Tema HPN sangat tepat dengan Maluku yang terdiri dari
1.342 pulau. Sesuai juga dengan semangat kemaritiman Indonesia yang
dicanangkan Presiden melalui program poros maritime,” kata Asagaff.
Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo saat mengambil alih podium
melaporkan kepada Presiden Jokowi hasil verifikasi media massa yang
dilakukan oleh Dewan Pers.
Dewan Pers mendorong verifikasi yang pelaksanaannya dibantu oleh
Serikat Perusahaan Pers. Empat peraturan Dewan Pers untuk verifikasi
adalah terkait kode etik jurnalistik, standar kompetensi wartawan,
standar perusahaan wartawan dan standar perlindungan wartawan.
Dewan Pers telah melakukan verifikasi awal, sampai pukul 16.00 WIB,
Senin (6/2) Februari, sebanyak 77 perusahaan pers yang berhasil di
verifikasi.
“ Ini baru kick off, nanti dua tahun kedepan akan terus dilakukan.
Dewan Pers pada akhirnya bisa menyusun laporan Indeks kemerdekaan pers
untuk jadi bahan evaluasi dikaitkan dengan Indeks Demokrasi
Indonesia,”kata Yosep.
HPN kali ini, lanjut Yosep adalah kesempaan untuk mengembalikan
berita faktual keada media mainstream. Dewan Pers setelah verifikasi
akan memberikan logo dan barcode yang bisa di scan atau di foto dengan
smartphone, untuk mengecek media sudah verified dan media yang belum terverifikasi.
Sebelum acara penampilan hiburan kesenian lokal khas Ambon, hadirin
di puncak acara HPN 2017 mendengarkan sambutan dari Presiden Joko
Widodo. Presiden mengucapkan selamat merayakan hari pers nasional kepada
seluruh insan pers se Indonesia.
“Selamat Hari Pers Nasional. Peringatan hari pers di Ambon ini
memperteguh komitmen kita bersama untuk mewujudkan ekonomi yang merata
dan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia,” kata Jokowi.
Lebih lanjut dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa media
arus utama menghadapi tantangan yang besar karena kehadiran media
sosial. Saat ini, semua lapisan masyarakat, hingga level kepala daerah,
menteri dan Presiden menggunakan media sosial.
Oleh karenanya, ia menyarankan agar media arus utama mampu bersiasat dan beradaptasi jika tidak ingin gugur di persaingan media.
Di sisi lain, Presiden menyampaikan media sosial juga menjadi hal
yang telah membuat pemerintah kerepotan.  Fenomena media sosial ternyata
juga telah merepotkan seluruh pemerintah di seluruh negara dunia, tak
hanya pemerintah Indonesia. Media arus utama, kata Jokowi, masih bisa
diajak untuk duduk bersama dengan pemerintah jika ada permasalahan.
Sementara hal itu tidak bisa dilakukan kepada media sosial.
“Media sosial ini memusingkan pemerintah. Ini juga yang saya dengan
dari Perdana Menteri dan Presiden negara lain. Semua negara menghadapi,
bukan hanya Indonesia, tapi seluruh negara,” ujar Jokowi lagi.
Namun kendati begitu, Presiden yakin ditengah gempuran media sosial,
media arus utama tidak akan kehilangan sentuhan dan akurasi serta
kedalaman materi.
Presiden memaparkan, digitalisasi media membuat setiap individu
berperan menjadi produsen berita. Di media sosial, banjir berita. Ada
berita yang objektif, actual, kritikan yang konstruktif namun tak jarang
juga penuh berita bohong dan hoax yang menganggu akal sehat. Namun
semua itu, kata Jokowi, akan semakin mendewasakan bangsa Indonesia.
“Ada berita yang penuh caci maki, penuh fitnah, yang mengancam
persatuan bangsa. Nantinya ini akan mendewasakan kita, mematangkan kita,
menjadikan kita tahan uji,” kata Jokowi.
Presiden pun mengajak seluruh insan pers bersama-sama dengan
pemerintah menyetop dan mengurangi berita bohong dan hoax atau berita
fitnah lainnya. Ia meminta media arus utama harus mampu meluruskan
hal-hal yang bengkok, dan membuat jernih kembali media sosial.
Menanggapi perihal verifikasi media massa yang dilakukan oleh Dewan
Pers, Presiden mengapresiasi langkah Dewan Pers sebagai upaya untuk
meningkatkan profesionalisme dan perlindungan wartawan.
“Melalui verifikasi media massa, masyarakat jadi lebih tahu mana
media yang bisa jadi rujukan dan pemberitaan yang valid,” tutup Jokowi.
Menandai acara puncak HPN 2017, Presiden Jokowi didampingi Menteri
Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Maluku Said Assagaff dan
Penanggung Jawab HPN 2017 memukul tifa (gendang khas Maluku) sebagai
tanda kegiatan HPN 2017 telah mencapai puncak.
Di dalam acara puncak HPN 2017 juga dilakukan penandatangan
kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo
dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Kemudian juga pemberian
penghargaan kepada perwakilan penerima penghargaan Adinegoro dan
penghargaan Kepeloporan.
Usai acara seremoni peringatan HPN 2017, Presiden menyempatkan diri
mengunjungi bantuan-bantuan dari Kementerian-Kementerian yang dipamerkan
di Lapangan Tantui, Ambon. Presiden meninjau antara lain bantuan “lampu
matahari” dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bantuan
sertifikasi tanah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta
bantuan sekolah vokasi sebanyak 1.000 pemuda Maluku, bantuan bus, dan
kapal penyeberangan dari Kementerian Perhubungan.
Sebelum meninggalkan Lapangan Tantui, Presiden bersama Ibu Negara dan
menteri-menteri Kabinet Kerja melihat hasil-hasil laut Maluku yang di
pamerkan di belakang panggung acara puncak HPN 2017.
Panitia HPN 2017
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH