28 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

LPTK Aceh Lanjutkan Program USAID PRIORITAS

4 min read
Banda
Aceh,citranewsindonesia,—
Dengan akan berakhirnya bantuan program pengembangan mutu
pendidikan di Indonesia yang didanai oleh USAID, Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan (LPTK) berkomitmen akan melanjutkan praktik baik yang selama 5
tahun telah dikembangkan oleh USAID PRIORITAS di Aceh. “Sebagai langkah awal,
Univesitas Syiah Kuala akan membentuk Pusat Studi Layanan Pendidikan,” kata
Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Nazamuddin
MA saat memberi sambutan pada Pertemuan LPTK dan Sekolah Mitra LPTK di Hotel
Hermes Banda Aceh (3/2/2017).
Kegiatan yang secara
resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UIN Ar Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal MAg,
melibatkan 120 peserta dari unsur pimpinan universitas konsorsia (rektor,
dekan, dan dosen dari Universitas Syiah Kuala, UIN Ar Raniry, Universitas Muhammadiyah
Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Jabal Gafur dan Universitas Al
Muslim), kepala sekolah dan guru dari sekolah mitra/lab LPTK, serta Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kemenag Kota Banda Aceh.
BACA JUGA :   Polsek Lolowau Polres Nias Selatan Gagalkan Peredaran 140 Liter Tuak Suling
LPTK bersama USAID
PRIORITAS akan mempersiapkan proposal pembentukan Pusat Studi Layanan
Pendidikan untuk diajukan kepada pimpinan universitas. “FKIP Unsyiah bersama
USAID PRIORITAS akan membuat proposal pembentukan Pusat Studi Layanan
Pendidikan untuk diusulkan ke Rektor Unsyiah agar pusat ini menjadi salah satu
pusat kajian di universitas. Pusat studi ini akan ditempatkan dibawah
koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,” jelas Dr
Ismail, Spesialis  Pengembangan LPTK USAID PRIORITAS Aceh.
Tujuan terbentuknya
pusat kajian ini antara lain untuk membantu LPTK sebagai penyedia layanan
bidang pendidikan, meningkatkan kemampuan pedagogi dosen dalam memberi
perkuliahan yang lebih banyak praktik, meningkatkan profesionalisme dosen dan
guru dalam bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah, membantu sekolah dalam
penguatan manajemen pendidikan, serta meningkatkan kerja sama antar LPTK.
“Pusat studi ini akan melibatkan seluruh fasilitator LPTK yang telah dilatih
oleh USAID PRIORITAS, sehingga mereka akan tetap berkontribusi untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Aceh,” kata Ismail lagi.
Pusat studi ini
direncanakan akan tetap melanjutkan model pendekatan yang telah dikembangkan
oleh USAID PRIORITAS, diantaranya akan bermitra dengan pemerintah provinsi dan
kabupaten/kota sebagai penyedia layanan pelatihan guru, kepala sekolah dan
komite. Akan membantu dinas pendidikan dan kemenag dalam meningkatkan pelayanan
dan membuat strategi-strategi dalam bidang pendidikan, termasuk memfasilitasi
pembuatan Renstra, Rencana Pengelolaan Anggaran Pendidikan, Penataan Distribusi
Guru, dan lainnya. Tidak hanya itu, lembaga ini juga akan tetap mengaktifkan
“Universitas Konsorsia” yang telah berjalan 5 tahun bersama dengan USAID
PRIORITAS.
“Berakhirnya program
USAID PRIORITAS di LPTK bukan berarti LPTK dan sekolah mengakhiri semua praktik
baik yang telah dikembangkan selama ini, bahkan ini berarti kita memulai
sesuatu yang baru untuk melanjutkan program ini,” jelas Prof Dr Syamsul Rijal
yang juga akan membentuk Pusat Studi Layanan Pendidikan di UIN Ar Raniry yang
akan melibatkan semua fasilitator USAID PRIORITAS di perguruan tingginya. Ia
menambahkan, pusat kajian tersebut dapat menjadi bengkel atau workshop untuk
terus meningkatkan kompetensi pendidik di Aceh, “Guru tidak boleh berhenti
untuk belajar, harus terus meningkatkan kompetensi dan lembaga ini menjadi
referensinya,” katanya.
Lynne Hill, Teaching
and Learning Advisor
 USAID PRIORITAS mengatakan kerja sama USAID
PRIORITAS dengan LPTK ini sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan
dengan hasil evaluasi dan dokumentasi praktik baik yang dikumpulkan dari para
dosen dan mahasiswa LPTK. “Dari hasil evaluasi dan praktik baik yang
dikembangkan di LPTK dan sekolah membuktikan kemajuan dalam program ini dan
kami sangat berharap program ini dapat terus dilanjutkan di LPTK dan sekolah,”
kata Lynne Hill. Lynne juga berharap bahwa pertemuan ini  merupakan
kesempatan yang baik untuk menyamakan persepsi dan strategi keberlanjutan pasca
program ini berakhir.
Dalam pertemuan ini
sekagus dilakukan penyerahan piagam apresiasi kemitraan yang diberikan USAID
PRIORITAS kepada LPTK, Konsorsia LPTK, Fasilitator LPTK dan sekolah mitra
LPTK.  Sejak akhir tahun 2012, USAID PRIORITAS telah bekerja dengan 9
pemerintah kabupaten di  Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan
dasar, yakni Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen,
Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Sedangkan untuk
meningkatkan kapasitas  dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi
guru pra (mahasiswa calon guru) dan dalam jabatan, serta membantu kabupaten
dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen pendidikan, USAID
PRIORITAS Aceh telah bekerjasama dengan dua LPTK yaiu Unsyiah dan UIN Ar
Raniry. Terlibat juga empat LPTK Konsorsium yakni Universitas Muhammadiyah
Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Jabal Gafur dan Universitas Al
Muslim Bireuen.
Kerja sama ini telah
memfasilitasi pelatihan lebih dari 200 dosen dan 500 mahasiswa di Provinsi Aceh
untuk melaksanakan praktik yang baik di perkuliahan. USAID PRIORITAS  Aceh
telah mengembangkan 18 sekolah mitra LPTK yang digunakan mahasiswa sebagai
tempat praktik mengajar di sekolah yang menerapkan pembelajaran aktif, budaya
baca, dan manajemen berbasis sekolah. 18 sekolah mitra ini terdiri atas 12
SD/MI dan 6 SMP/MTs yang berada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
(*)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification