29 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Wahidin Halim,Ingin Jadikan Provinsi Banten Sejahtera Dan Berakhlakul Karimah

3 min read
Tangsel,Citranewsindonesia.com–Guna mengetahui dan menggali
komitmen calon gubernur dan calon wakil gubernur Banten terhadap umat
Islam,Forum Masjid Musholah BSD (FMMB) bertempat dilantai 1 masjid Asy
Syarif BSD kota Tangerang Selatan mengadakan forum dialog dengan dua
paslon gubernur dan wakil gubernur Banten pada Sabtu (28/01/2017) pagi.
 
Menurut Ustad Tursilo Prihandoko selaku humas FMMB,pelaksanaan forum
diskusi dengan para paslon gubernur dan wakil gubernur Banten ini
diadakan dalam rangka ikut serta meningkatan partisipasi masyarakat kota
Tangerang Selatan khususnya kepada jamaah FMMB menjelang pemilihan
gubernur dan wakil gubernur provinsi Banten pada 15 Pebruari 2017.

Sedangkan menurut ustad Heri Kustanto selaku ketua presidium
FMMB,kegiatan dialog politik dengan kedua paslon gubernur dan wakil
gubernur Banten ini adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh
FMMB,dengan harapan masyarakat Banten tidak salah memilih pemimpinnya
khsusnya kepada umat Islam Banten.

“Agar umat Islam Banten tidak salah memilih pemimpinnya seperti memilih
kucing dalam karung,maka FMMB memandang sangat perlu mengadakan dialog
langsung dengan kedua calon gubernur dan wakil gubernurnya pada hari
ini,” tandas ustad Heri Kustanto.

Acara dialog FMMB dengan kedua paslon gubernur dan wakil gubernur
Banten, dihadiri juga oleh ketua KPU Tangsel M.Subhan,sementara ketua
KPU Banten dan ketua panwas Banten batal hadir karena ada keperluan
persiapan debat kandidat kedua paslon gubernur dan wakil gubernur
disalah satu stasiun televisi swasta.

BACA JUGA :   Kapolres Cilegon Ikuti Apel Penandatanganan Deklarasi Janji Kinerja 2020 Kemenkumham Banten

Calon gubernur Banten nomor urut 1,Wahidin Halim (WH) yang datang
sendiri tanpa didampingi oleh calon wakil gubernurnya Andika
Hazrumy,saat menjawab beberapa pertanyaan jamaah FMMB tentang
komitmennya kepada umat Islam Banten menyatakan bahwa,apa yang dilakukan
oleh jamaah FMMB yang ingin menjadikan BSD sebagai kota santri juga
sudah dirinya lakukan sejak dahulu dikota Tangerang.

“Kebetulan saat ini saya juga adalah ketua DKM dimasjid lingkungan saya
tinggal di wilayah Pinang Kota Tangerang,sejak puluhan tahun lalu saat
saya menjadi lurah Pinang tahun 70 an hingga menjadi walikota Tangerang
dua periode 1994-2014,saya juga sudah rutin menggerakkan sholat subuh
berjamaah kepada jamaah masjid tempat saya tinggal maupun kepada para
pegawai dilngkungan pemkot Tangerang,” terang Wahidin Halim.

Masih menurut Wahidin Halim,sederet prestasi dan penghargaan
berturut-turut selama 8 tahun juga telah dirinya torehkan sebagai
pengelolaan managemen walikota terbaik se Indonesia.
Untuk itu dirinya bersama Andika,bertekad untuk membawa perubahan yang
besar diprovinsi Banten serta membawa kesejahteraan bagi seluruh
masyarakat Banten yang Ahklaqul Karimah.

“Saya pimpin langsung penutupan tempat-tempat maksiat di kota
Tangerang,saya tutup tanpa kompromi,hingga Dewi Persik pun saya larang
untuk datang ke kota Tangerang.Itu semua saya lakukan karena saya
berkewajiban untuk melindungi warga masyarakat kota Tangerang,demi
mewujudkan kota Tangerang yang berahklaqul karimah,” tandasnya.

BACA JUGA :   UPJ MELULUSKAN CALON PIMPINAN INOVATIF DI ERA DISRUTIF

Ditempat yang sama calon gubernur nomor urut 2,Rano Karno bersama calon
wakil gubernurnya H.Embay Mulya Syarief menyatakan bahwa dirinya
memutuskan untuk ikut maju menjadi wakil gubernur Banten mendampingi
Rano Karno karena ia bersama Rano Karno ingin mengembalikan kembali nama
baik provinsi Banten yang dahulu terkenal sebagai wilayah santri.

“Provinsi Banten yang kaya akan sumber-sumber kekayaan alamnya harusnya
dapat mensejahterakan masyarakatnya.Akan tetapi karena pengelolaan
pemerintahannya yang tidak baik dan tidak transparan serta hanya
dikuasai oleh satu dinasti saja,maka rakyat Banten bukannya makmur malah
menjadi provinsi ketiga termiskin di Indonesia,” tandas Embay.

Diakhir paparannya H.Embay menegaskan bahwa dirinya bersama calon
gubernur Rano Karno bertekad akan mengembalikan nama baik provinsi
Banten yang saat ini dikenal sebagai provinsi korupsi menjadi provinsi
kaum santri seperti dulu jaman kesultanan Banten lama.(BTL)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification