25 Mei 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Tandon Ciater Tangsel Menjadi Lahan Pungli Baru

2 min read
Tangsel,CitranewsIndonesia– Kota Tangerang Selatan yang sedang gencar gencarnya melakukan Pembenahan dan penertiban pedagang kaki lima ternyata masih saja di abaikan dan di manfaatkan oleh Oknum yang melakukan Pungli di tempat tertentu.

Tandon Ciater yang beberapa lalu di resmikan oleh Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang di peruntukan sebagai salah satu Obyek Wisata untuk masyarakat Tangsel, Cukup ramai di datangi pengunjung ini ternyata masih ada saja di manfaatkan Oknum yang menyalah gunakan tempat tersebut menjadi lahan untuk mendapatkan keuntungan dari Pungutan Liar ( Pungli ) dari para pedagang.

Seorang pedagang ( Enggan menyebutkan namanya ) yang menggelar daganganya di Tandon Ciater, (21/7) mengaku membayar kepada pengelola setiap bulanya dengan nominal 200 ribu rupiah setiap bulannya.

“Saya asli warga sekitar sini namun kadang saya heran kenapa saya masih di mintai uang juga untuk menggelar dagangan di Tandon Ciater ini, dengan alasan untuk uang sampah, padahal setiap pedagang yang ada di sini setiap habis berdagang membersihkan sampahnya sendiri sendiri, 

“Tak hanya itu saja, saya juga di mintai uang parkir sebesar 5 ribu setiap harinya, padahal saya tidak menggunakan sepeda motor, untuk saya ya sebenarnya berat uang segitu, saya berjualan dari sebelum puasa dan jualan saya cuma seperti ini, pelet ikan, es dan gorengan, yang menurut saya ini serba pas untungnya, tapi gimana lagi” ujarnya

Dari segi pandangan Hukum Lembaga Bagian Hukum Kota Tangerang Selatan, Hendro, menilai adanya pedagang yang berada di area tersebut jelas melanggar undang undang, karena di situ terlihat jelas ada Plang yang bertuliskan Larangan.
 

“Dari aspek hukum ya jelas melanggar, toh sudah ada larangannya tapi kok nekat berjualan, Bila bicara perut, semua butuh makan, tapi yang saya tegaskan disini adalah masalah adanya Pemungutan Liar di lokasi Tandon ini,
 
Tandon harusnya menjadi daya tarik bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan yang di percaya bisa menambah tempat wisata yang mengutamakan kenyamanan Masyarakat. Kita cukup berterimakasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, tapi sepertinya Pemerintah terkesan setengah-setengah untuk membangun dan melakukan pengawasan” ujar Hendro

Tandon dapat menjadi ruang interaksi publik, artinya bukan hanya pengunjung yang dapat memanfaatkannya, tapi harus juga mampu menambah penghasilan masyarakat dengan berjualan seperti Sektor UMKM yang terarah, bila ini di kelola dengan baik, akan menciptakan ekonomi ke 3 sektor. 

Misalnya pemerintah untuk tambahan PAD bila ini terkelola dengan baik, masyarakat juga akan untung dengan dagangan yang di jual, dan masyarakat sekitar turut menjadi pengelola lingkungan sekitar, Tidak semerawut seperti sekarang” Tutup hendro
 
Saat di konfirmasi kepada pengelola sampai saat berita ini di muat pihak pengelola Tandon Ciater sendiri belum bisa di temui.(Aryo)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI CITRANEWS    OK TERIMAKASIH