28 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Puisi Indah dari Kontributor Citra Indonesia News dari Aceh

3 min read
Aceh,CitraIndonesiaNews— Selain Jadi Penulis berita dari aceh, Tutut Emalienna salah satu kontributor dari Aceh Utara ini mempunyai hobby menulis Puisi.
redaksi mencoba menayangkan karya Tutut Emalienna ini agar menjadi inspirasi bagi pembaca media online kami semoga syair puisi di bawah ini berkenan dihati sahabat kami semua di seluruh indonesia.
1. Sehelai Merah Putih
Pagi yang indah menyejukkan
Jiwa terengah lelah
Pancaran sinar matahari melewati
Relung dinding kamar ku
Mata sayu ku terdiam
Menatap tiang berdiri nan kokoh
Menampung kain dua warna
Mengibarkan sehelai Merah Putih
2. Berlayar
Tiada peduli malam dan siang
Beranjak langkah ke pasir putih
Tersentuh dalam setiap aliran darah
Menyetuh air dengan setapak
            
Matahari meninggalkan pagi dan siang
Kegelapan datang bulan pun di undang
Teramat sangat menggigil tubuh
Hembusan angin terdengar dan terasa dingin
Kayu kokoh terbentuk perahu
Mengayuh mengambang di antara ombak kecil
Pelan berlayar juah hilang daratan
Semangat keberanian seorang pelayar di nanti
3. Jembatn Iman
Ku teguk secawan bir
Ku hisap sebatang rokok dalam botol kecil
Terlena ku dalam surga dunia
Terbuai bagai raja dunia
Tiada ku peduli apa di mana siapa
Sungguh hidup menguasai nafsu
Tak ku tau siapa aku kenapa dengan ku
Dimana ku hidup dan berada
Gelas kaca di tangan ku
Dengan air warna keemasan
Tak terbendung lagi untukku terbangun
Adakah jalan untukku
Hidupku kotor dan menjijikkan
Aku malu
Aku benci
Hanya satu yang tersisa, jembatan imanlah
Aku bersujud
4. Narkoba Pembunuh
Lenggak lenggok mengayunkan langkah
Segala tutur kata kau lontarkan
Salam kau abaikan kau gantikan dengan Say Hellow
Kau loyo dalam buaian setan
Kini hidup mu bukan bahagia
Kini hidup mu juga bukan merana
Kehidupanmu sedang di bunuh
Gaya hidup mu suram
Narkoba telah membunuh mu
Kini dan esok musnah
Tangisanmu Percuma
Garis mu tipis melawan musuh mu
Karena narkoba telah membunuh saraf mu
5. Ada Apa Atuh Eui
Pusing pisang eui akan pandangan rumah negeri
Menjerit rakyat meminta
Menangis rakyat menunggu
Kenapa mah nasib rumah negeri ini Tuhan
Ada apa atuh dengan bangsa ini
Kapan rakyat tersenyum bebas dari beban
Akankah rakyat selamanya merintih pedih
Dimana keadilan wahai penguasa bangsa

6. Musisi
Ku petik gitar mengundang suara
Lentik jemari dengan seksama mengikuti nada
Ku ciptakan nada seraya tubuh ikut menikmati
Kegelengkan kepala dengan jari telunjuk di dahi ku
Berjuta kata ku rangkai
Mengundang bahasa cinta
Menggoda jiwa dalam dada
Terukir selalu dan ku pajang dalam bingkai
Itulah musisi melepaskan rasa
Itulah musisi memberi arti
Musisi tiada bahasa biasa
Musisi ada dan terlahir untuk berarti
7. Dzikir 
Berjalan kelam terenyuh
Dalam sepi
Menggoda iman akan takut
Dan ngeri
Bersujud ku dalam dzikir
Dengan kalimat Lailahaillallah ku lantunkan
Sebagai cahaya untuk kehidupan
Yang terasa sunyi
8. Jihad
Matahari mulai terbit dari ufuk timur
Semangat para pejuang semakin berkobar
Akankah gurun hampa menjadi lautan darah
Tuhan, jika pedang di ayunkan
Engkaulah pemimpin segalanya
Hidupkah mereka matikah mereka
Berjihad demi kebenaran
Tiada rasa takut dalam dada
Engkau yang kuasa, ku percaya engkau ada
Mati ku dalam jihad itu takdir ku
Darah ku suci tubuh ku kecil
Tuhan, aku menempuh hidup dengan tulus
Ku berjihad demi islam agamaku
Jihad bukan hidup dan jihad bukan pula mati ku
Namun jihad adalah takdir ku
(Red/001)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification