7 Desember 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Polisi Masih Buru Pembunuh Wanita Penghibur di Bukit Senyum

2 min read
Batam,Citra Indonesia News– Jajaran Kepolisian Resor Kota Barelang masih belum
menemukan titik terang mengenai pelaku pembunuhan Fadlun alias Siska (46),
wanita penghibur yang ditemukan tewas di sebuah kamar tempat prostitusi di
kawasan lokalisasi ilegal Bukitsenyum, Batuampar, Batam pada Kamis (25/12/2014)
kemarin. Namun upaya penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus
dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kita masih dalami terkait korban bertemu dengan
siapa, jalan dengan siapa dan siapa yang memesan dia sebelum ditemukan
meninggal,” kata Kapolresta Barelang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
Asep Safrudin, Jumat (26/12/2014).

Selain itu polisi masih menunggu hasil autopsi yang
dilakukan di Rumah Sakit BP Batam di Sekupang. “Autopsinya sudah
dilakukan, tapi hasilnya belum diserahkan ke kita. Yang jelas, kita akan
upayakan secepatmya mengungkap kasus ini,” janji Asep.

Sementara itu, Naeng, pemilik warung dan kamar yang
disewakan itu mengaku melihat korban bersama dengan empat orang lelaki yang
menjadi tamunya sekitar pukul 12.30 WIB.

Dijelaskan Naeng, ia melihat korban saat berjalan ke
arah warungnya bersama empat orang pria. Namun ia mengaku tidak begitu jelas
melihat wajah para pria karena kondisinya gelap, hanya ada cahaya
remang-remang.

“Saya waktu itu duduk di seberang warung bersama
kawan-kawan. Saya lihat dia (korban) berjalan ke arah warung saya bersama empat
laki-laki. Saya kenal kalau itu Siska dari pakaian dan cara berjalannya yang
tidak bisa cepat-cepat,” kata Naeng di lokasi.

Ia juga mengaku tidak mengetahui dan melihat korban
masuk ke kamar yang berada di belakang warungnya dengan siapa. “Saya tidak
begitu memperhatikan, Pak. Di sini kan sudah biasa wanita jalan sama laki-laki
lain, Itu kan tamunya. Saya juga tidak mengira kalau Siska pergi dengan cara
seperti ini,” tuturnya.

Sementara hasil otopsi terhadap Siska cukup
mengejukan. Dokter forensik yang mengautopsi menyatakan, banyak luka benda
tajam seperti paku yang ditemukan di kepala wanita tersebut.

“Ada puluhan luka paku di bagaian kepala hingga
menembus ke organ tubuh yang dalam. Sementara di leher ditemukan luka cakar dan
menemukan kedua mata dengan kondisi lebam,” ujar dr Evi Diana Fitri SpF,
dokter forensik dari RSUD Tanjungpinang kepada wartawan, di kamar jenazah Rumah
Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Kamis (25/12/2015) malam.

Menurutnya, yang paling mematikan adalah luka puluhan
paku tersebut. Sebab paku yang digunakan pelaku untuk memukul korban itu tembus
ke otaknya.

“Korban tidak dicekik, hanya diduga dipukul kayu
yang ujungnya memiliki paku, sehingga luka paku tersebut tembus ke otak dan
mengalami pendarahan,” ujarnya (Lisa)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification