28 November 2022

Citranews Indonesia

Berani , Kritis Dan Membangun

Eiger Bakal Tindak Tegas Pemalsu Produk

2 min read
Bandung,Citranewsindonesia— PT Eigerindo Multi Produk Industri mengancam akan menyeret para
pemalsu ke jalur hukum jika produk Eiger palsu masih diproduksi dan
beredar di pasaran.
Kuasa Hukum Eigerindo Eko Tanuwiharja
mengatakan produk-produk Eiger palsu seperti sandal gunung dan jepit
Eiger juga tas akhir-akhir ini kembali marak di pasaran.
Padahal merek Eiger sudah resmi terdaftar sejak lama di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Produk sepatu gunung Eiger paling banyak dipalsukan,” katanya di Bandung, Senin (31/3/2014).
Menurutnya,
ulah para pemalsu tersebut seolah mengejek peringatan merek secara
terbuka yang sudah dilakukan kliennya di media nasional.
Eko mengatakan para pemalsu bukan menghentikan aktivitas mereka terkait ancaman hukum dari pihaknya.
“Pemalsu makin membabi buta, kita tidak bisa memberikan toleransi lagi,” tegasnya.
Pihaknya mengaku sudah mengidentifikasi para pelaku dan pabrik pemalsu produk Eiger di sejumlah tempat.
Eko menunjuk daerah Tangerang, Depok, Jawa Timur, dan Sumatera.
Tindakan tegas tersebut menurutnya sudah dilakukan pihaknya menggandeng Kepolisian dan POM TNI.
Akhir
2013 lalu, bersama Polda Metro Jaya, Polres Bogor dan Depok menurut Eko
pihaknya menggerebek pabrik milik tersangka Nurhadi dan menyita barang
bukti 3.500 sandal palsu.
Nurhadi menurutnya bukan hanya memproduksi produk sandal Eiger palsu lalu mengendarkannya.
Dalam
perkara yang ditangani Polda Metro Jaya tersebut Nurhadi juga diketahui
menjual beragam alat cetakan produk Eiger pada para produsen lain.
“Dia seperti home industri, tapi dalam seminggu bisa menghasilkan 1.000 pasang,” katanya.
Nurhadi sendiri terancam hukuman penjara di atas 5 tahun karena melanggar UU No 15 2001 pasal 90,91,94 tentang merek dagang.
Pihak Eiger sendiri akan terus memburu para pelaku pemalsuan dan menyeretnya ke jalur hukum.
“Kami
ingin para pemalsu insyaf. Karena kita akan terus melakukan upaya
refresif. Kami sudah memberi tahu tapi tidak dituruti,” kata Eko.(Indopos)
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe for notification