Pemkot Tangerang Perkuat Peran Kader Posyandu untuk Deteksi Dini Kekerasan Anak dan Keluarga

KOTA TANGERANG || citranewsindonesia.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan keluarga melalui program pembekalan Dukungan Psikologis Awal (DPA).

Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk parenting edukatif tersebut mengangkat tema Orientasi dan Pembekalan Dukungan Psikologis Awal bagi Kader Posyandu. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem perlindungan keluarga berbasis masyarakat dengan melibatkan kader Posyandu sebagai garda terdepan di lingkungan tempat tinggal warga.

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, mengatakan berbagai persoalan psikologis dalam keluarga sering kali menjadi pemicu munculnya kasus kekerasan yang tidak terdeteksi sejak awal. Karena itu, diperlukan kemampuan deteksi dini agar risiko tersebut dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

BACA JUGA :  Pemkot Tangerang Distribusikan 10.690 Nasi Bungkus untuk Korban Banjir di 12 Wilayah

Menurutnya, tekanan dalam pola pengasuhan atau parenting stress dapat berdampak pada kesehatan mental keluarga dan berpotensi memicu tindakan kekerasan terhadap anak. Kondisi tersebut membuat peran kader Posyandu menjadi sangat penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil.

“Melalui pembekalan ini, kader Posyandu diberikan kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal stres pengasuhan, trauma, maupun persoalan psikologis lainnya yang berpotensi memengaruhi kondisi keluarga,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis untuk memberikan respons awal kepada warga yang membutuhkan dukungan psikologis. Selain itu, kader juga diajarkan langkah-langkah penanganan sederhana sebelum menghubungkan warga dengan layanan profesional yang tersedia.

Glori menjelaskan, metode yang digunakan mengacu pada tiga prinsip utama Dukungan Psikologis Awal, yaitu Look atau mengamati tanda-tanda masalah psikologis, Listen dengan mendengarkan secara empati, serta Link yang berarti menghubungkan warga dengan layanan konseling Puspaga maupun unit perlindungan anak yang disediakan Pemerintah Kota Tangerang.

BACA JUGA :  Hari Bakti Imigrasi, Pemkot Tangerang Terima 20 Ribu Bibit Kelapa

DP3AP2KB berharap sinergi antara kader Posyandu dan Puspaga dapat memperkuat perlindungan anak dan keluarga di tingkat RT dan RW. Dengan keterampilan yang dimiliki para kader, berbagai persoalan sosial dan psikologis di masyarakat diharapkan dapat teridentifikasi lebih cepat sehingga risiko kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak dapat ditekan.

Melalui langkah preventif tersebut, Pemkot Tangerang menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih aman, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda secara sehat, baik secara fisik maupun psikologis.

#Iwan H

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *