Pembelian Air Curah Puluhan Miliar Dewas Dorong Perumda TB Buka Data

KOTA TANGERANG | CITRANEWSINDONESIA.COM – Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Benteng, Yeti Rohaeti  memastikan, pembelian air curah ke PT. Moya, atau ke pihak-pihak lain, telah tercatat di setiap pembukuan. Dimana pihaknya menegaskan agar data tersebut transparan kepada seluruh masyarakat.

“Kalau beli air ke PT. Moya, saya hafalnya gelondongannya ya, yaitu Rp22 miliar,” beber Yeti kepada wartawan, pada selasa (2/6/2026)

Terkait pembelian berapa juta kubik, itu harusnya detailnya ada di Perumda TB.

“Ya mungkin saya juga tidak hafal, karena pengawasan tentu tidak akan hafal satu per satu gitu kan. Tapi di sana akan ketahuan sebetulnya berapa juta kubik yang kita beli ke Moya, ada (datanya),” lanjutnya.

Yeti membantah, terkait informasi ‘bancakan’ dalam proses pembelian air curah yang dilakukan oleh Perumda Tirta Benteng (TB).

“Tidak ada ‘titipan’. Karena semua Daftar Rekening Ditagih (DRD) itu berdasarkan asli catat meter,” bebernya.

BACA JUGA :  Kunspek Komisi VIII DPR RI, Kualitas DTSEN Kota Tangerang Diapresiasi

“Jadi si pencatat meter ini kan setiap bulan keliling. Mencatat dan itu akan mereka jumlakan semuanya. Dan itu sudah ketahuan, tidak ada ‘titipan persentase’.

Silahkan ke Perumda TB pasti ada datanya. Di sana ada PT Moya, misalkan kita membeli berapa DRD ya setiap bulannya,” tambah Yeti.

Sebelumnya, Perumda Tirta Benteng melakukan pembelian air curah kepada lima mitranya, antara lain PT. Moya Tangerang, Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR), PT. Cilamaya Subur, PT. Bintang Hytien Jaya, dan PT. Air Kota Tangerang.

Masing-masing memiliki tarif air yang berbeda. PT. Moya Tangerang bertarif Rp4257 per liternya, sementara Perumdam TKR memiliki tarif Rp3074. Untuk PT. Cilamaya Subur bertarif Rp2472.

PT. Bintang Hytien Jaya menjual air curahnya kepada Perumda Tirta Benteng dengan tarif Rp2841, dan PT. Air Kota Tangerang memiliki tarif air curah sebesar Rp3503 per liternya.

Saat ini, jelas Yeti, Perumda Tirta Benteng juga telah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Air Kota Tangerang (AKT), untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA), di wilayah Kecamatan Tangerang, tepatnya di belakang Asrama Damatex (Asdam) III.

BACA JUGA :  Kolaborasi PWI, SMSI dan JTR Kota Tangerang, Bukber Sekaligus Santuni Anak Yatim

“Untuk IPA eksisting itu ada di Sitanala II dengan 500 liter per detik (LPS). Satu lagi IPA itu (Asdam III), saat ini kan yang membangun dari pihak mitra. Investor (PT. AKT). Di Asrama Kampung Pulo. Atau di belakang Asrama Damatex,” tukasnya.

Ditanya terkait Intake Damatex yang diduga berubah nama dan izin SIPA (Surat Izin Pengusahaan Air Tanah) menjadi nama PDAM TB yang sekarang dipakai diduga digunakan oleh Ayodya, Dewas Yeti enggan berikan komentar.

“Oh itu Damatex, nanti lain lagi,” singkatnya.

#Iwan H

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *