SMPN 12 Tangsel Jadi Model Sekolah Berhati, Sinar Mas Land Dorong Tata Kelola Sampah Berkelanjutan

TANGSEL || citranewsindonesia.com – Praktik baik implementasi program Sekolah Berhati berbasis integritas dan tata kelola sampah berkelanjutan model CSR Sinar Mas Land digelar di UPTD SMPN 12 Tangerang Selatan, Jurangmangu, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Vice President Corporate Social Responsibility Sinar Mas Land Adhityo Galih Priyambodo, Kepala SMPN 12 Mulmis Wariyanti, camat, Dewan Pendidikan, serta para kepala sekolah se-Tangsel.

Ragam Kegiatan Sekolah Berhati

Implementasi Sekolah Berhati di SMPN 12 Tangsel diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan ramah lingkungan. Di antaranya permainan tradisional, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, hingga aksi bersih lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, siswa juga terlibat dalam penyemaian dan pindah tanam di raised bed, panen sayuran hidroponik dan bunga rosela, pembuatan ecoenzym dan ecobrick, budidaya maggot, pengolahan kompos, hingga pemeliharaan ikan lele di lingkungan sekolah.

Program ini juga mengintegrasikan pengelolaan bank sampah, pemanfaatan sampah plastik, pembuatan vertikal garden, pengemasan hasil panen, pembagian bibit tanaman, serta kegiatan “petualangan sains” sebagai bagian dari gebyar kurikulum berbasis lingkungan.

BACA JUGA :  Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2023

Komitmen Sinar Mas Land di Bidang Pendidikan dan Lingkungan

Sebagai perusahaan pengembang, Sinar Mas Land menegaskan komitmennya menjalankan pembangunan sosial melalui program “Kontribusi Membangun Negeri”, khususnya di sektor pendidikan dan lingkungan hidup.

Adhityo Galih Priyambodo menyampaikan SMPN 12 Tangerang Selatan menjadi salah satu sekolah model yang menunjukkan praktik baik melalui integritas farming dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas kolaborasi yang konsisten mendukung program kami. Sejak 2021, program ini telah menjangkau 441 sekolah dan madrasah,” ujar Adhityo.

Ia menambahkan, pada 2026 terdapat 35 sekolah model Sekolah Berhati, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga SMP. Sekolah-sekolah ini menjadi contoh nyata pentingnya tata kelola sampah berkelanjutan yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah.

“Kami mendorong sekolah mitra menjadi pusat edukasi lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah secara aktif. Harapannya, kegiatan ini menjadi ruang inspirasi, memperkuat jejaring, dan memperluas dampak Sekolah Berhati ke lebih banyak sekolah dan komunitas,” tambahnya.

BACA JUGA :  Sd Negeri 2 Pangandaran Gelar Acara Perpisahan Dan Kenaikan Kelas

Wali Kota: Cetak Generasi Peduli Lingkungan

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa Sekolah Berhati, yang mengusung konsep berkarakter hijau, sehat, dan inovatif, merupakan bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.

Menurutnya, program ini dirancang untuk membentuk generasi yang peduli lingkungan dan memiliki wawasan keberlanjutan.

“Melalui praktik kemandirian pangan, pemanfaatan lahan sekolah, serta membangun hubungan harmonis antara manusia dan alam, kita menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini,” ujar Benyamin.

Dengan model tata kelola sampah yang terintegrasi dalam pembelajaran, SMPN 12 Tangsel diharapkan menjadi role model sekolah ramah lingkungan dan pusat edukasi berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.

# Maria

Facebook Comments

Redaksi

Media Online

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *